KEANGGUNAN budaya lokal menjadi sorotan utama dalam puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang ke-66 Tahun 2026.
DARI kemeriahan perayaan tahun ini, salah satunya menampilkan Tari Topeng Panji Bakumpai yang memukau ribuan pasang mata. Tarian yang diabwakan dengan apik, membawa kembali memori kejayaan tradisi Suku Bakumpai di tanah Kalimantan Selatan.
Tarian yang sarat akan makna filosofis ini dipentaskan sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur sekaligus bentuk pelestarian aset budaya takbenda yang menjadi identitas masyarakat Barito Kuala. Dengan iringan musik gamelan yang ritmis, para penari bergerak gemulai mengenakan topeng kayu yang melambangkan karakter Panji—sosok yang dikenal dalam sejarah dan mitologi Nusantara sebagai simbol kebijaksanaan dan ksatria.
Bupati Barito Kuala melalui Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Barito Kuala, DR H Sirpan dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kehadiran Tari Topeng Panji Bakumpai di usia kabupaten yang ke-66 ini bukan sekadar hiburan.
“Ini adalah pernyataan bahwa di tengah kemajuan zaman, Barito Kuala tidak pernah melupakan akarnya. Topeng Panji adalah simbol keteguhan hati masyarakat kita dalam menjaga tradisi di aliran Sungai Barito,” ujarnya.
Pementasan ini melibatkan Lembaga Adat Papikat Sei Getas yang telah berlatih intensif untuk menampilkan detail gerakan yang autentik. Kostum yang didominasi warna khas daerah dan topeng klasik yang halus menunjukkan tingginya nilai seni kriya yang masih terjaga di wilayah berjuluk Bumi Ije Jela ini.
Selain penampilan tari, rangkaian Hari Jadi ke-66 ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan yang mengangkat tema kemandirian dan keberlanjutan daerah pembangunan seni budaya dan ekonomi. Kehadiran seni tradisional seperti Topeng Panji diharapkan dapat memicu semangat generasi muda Batola untuk terus mencintai dan mengembangkan kebudayaan lokal di kancah nasional.
Tentang Tari Topeng Panji Bakumpai
Lembaga Adat Bakumpai Papikat Sei Getas, Wardiansyah, Ramadhan, Fitri, Alponi, Suprianto dan ketua umum Setia Budhi, dalam lima tahun terakhir terus berkegiatan untuk warisan leluhur Bakumpai dan tahun akan datang pewarisan tradisi ini pada generasi muda dalam bentuk pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan di Huma Hapakat.
Tari Topeng Panji Bakumpai merupakan kesenian klasik yang berkembang di lingkungan masyarakat suku Bakumpai terutama di kawasan DAS Barito. Berbeda dengan topeng dari daerah lain, varian Bakumpai memiliki ciri khas pada pola narasi cerita yang diadaptasi dengan kearifan lokal setempat, mencerminkan perpaduan budaya sungai dan nilai-nilai luhur masyarakat Bakumpai.(jejakrekam)

