PADA 15 Januari 2026, 10 menit menjelang AS akan menyerang Iran dikabarkan membatalkan rencana serangan tersebut.
Pembatalan serangan oleh Donald Trump itu, setelah sejumlah negara Timur Tengah melakukan protes keras dan melarang negara mereka dilintasi oleh pesawat AS yang akan menyerang Iran.
Tiga negara yang menolak keras negara mereka dilewati pasukan AS yang hendak menggempur Iran itu, adalah Turki, Qatar dan Arab Saudi.
Mereka menutup ruang udara negara mereka untuk pesawat AS-Israel melintas menyerang Iran.
Eskalasi ini tentu tengah mengubah kondisi geopolitik Timur Tengah.
BACA: Orkestrasi Pilkada Lewat DPRD : Ketika Elite Partai Politik dan Oligarki Menjelma Jadi Monster
Meski demikian, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah keputusannya membatalkan serangan terhadap Iran karena desakan negara-negara Arab.
Trump juga menyerukan diakhirinya kekuasaan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang telah berlangsung selama 37 tahun.
“Sudah saatnya mencari kepemimpinan baru di Iran,” katanya kepada Politico pada hari Sabtu (17/1/2026).
“Keputusan terbaik yang pernah dia buat adalah tidak menggantung lebih dari 800 orang dua hari yang lalu,” lanjut Trump. (Berbagai sumber, jejakrekam.com)

