Browsing Tag: "Peribahasa Banjar"

Peribahasa Banjar

Jangan Mambawa Gantang Saurang

Oleh : Noorhalis Majid UNTUK mengukur sesuatu, apalagi terkait nilai (value) – menyangkut baik buruk - norma, mestinya menggunakan ukuran setempat, sesuai apa yang berlaku pada masyarakat tempatan – kaidah umum, tidak sesuka dan semau

Jaka Tunggul Sudah Balumut

Oleh : Noorhalis Majid LAMA menekuni satu pekerjaan, dari dulu tidak pernah beralih pada bidang tersebut. Ketekunan yang sudah dijalani, membuatnya menjadi sangat ahli, bahkan lebih ahli dari pakar yang belajar khusus tentang bidang

Hati-Hati Kalu Dipatuk Kuduk

Oleh : Noorhalis Majid HATI-HATI terhadap bahaya yang mengancam, jangan sampai lengah. Walau potensinya kecil, harus tetap waspada, karena ancaman bahaya kecil yang dianggap remeh, bisa saja justru berakibat fatal, itulah makna

Di Mana Dahan, Di Situ Bahinggap

Oleh : Noorhalis Majid MENCARI penghidupan dari orang ke orang, tidak ada pegangan jelas. Bila ada orang yang dianggap mapan, di situ ikut menopang hidup, saat ketemu yang lebih mapan, ke sana lagi ikut bergantung. LUNTANG-lantung

Tahi Palat

Oleh : Noorhalis Majid SUMPAH serapah, merupakan ekspresi kemarahan. Bila marahnya tak terhingga, tanpa ragu meminjam sesuatu yang dianggap mewakili kemarahan itu. MEMINJAM hal yang sangat menjijikan, kotoran dan najis yang tidak