HAMPIR sepekan, Nurul Fahriah (37 tahun), staf Sekretariat DPRD Kalimantan Selatan ini menghilang entah ke mana. Hingga Kamis (23/2/2017) upaya pencarian terhadap Nurul yang ditengarai diculik seseorang itu, terus dilakukan rekan sejawatnya serta aparat kepolisian dari Polres Barito Kuala (Batola).
KEPALA Satuan Pengamanan DPRD Kalsel, Darsono mengakui sudah beberapa kali melakukan upaya pencarian Nurul, agar bisa ditemukan dalam waktu segera. Ia menceritakan Nurul itu menghilang saat dibonceng seorang laki-laki dari kediamannya di Rumah Susun Pekapuran Raya, Kecamatan Banjarmasin Timur.
“Sebelumnya, pada Sabtu (18/2/2017) sejak pagi kami menghadiri selamatan dari Candra (staf DPRD Kalsel, red). Sewaktu pulang, Nurul diantar Ardiansyah (staf Fraksi PPP DPRD Kalsel) pulang ke rumahnya di Pekapuran Raya. Nah, sorenya, baru kami mendengar kabar bahwa Nurul dibawa seseorang, hingga pada Sabtu (18/2/2017) atau malam minggu, dia dinyatakan menghilang,” ujar Darsono di Banjarmasin, Kamis (23/2/2017).
Setelah dinyatakan menghilang 1 x 24 jam, ternyata ditemukan sebuah sepeda motor Honda Beat tepat berada di bawah jembatan Sungai Ramania, perbatasan antara Kecamatan Mandastana dengan Desa Podok, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar. “Kami langsung melacak ke lokasi kejadian. Memang ditemukan sebuah sepeda motor yang tak berplat nomor. Baik plat nomor depan dan belakang seperti sengaja dicopot seseorang,” kata Darsono.
Pensiunan TNI AD ini mengungkapkan dari pemeriksaan nomor rangka sepeda motor itu ternyata milik Lindarni, Kepala Subbag Kepegawaian Sekretariat DPRD Kalsel. “Sedangkan, soal celana dalam atau BH, dari keterangan warga setempat ternyata itu sudah biasa. Sebab, warga setempat sering menemukan benda semacam ini. Apalagi, saat ditemukan kok dalam bungkusan dan masih baru,” ucap Darsono.
Nah, dari temuan itu selanjutnya dilaporkan ke Pos Polisi Perempatan Handil Bakti, hingga langsung ditangani Polsek Mandastana. Menurut Darsono, kuat dugaan Nurul memang sengaja diculik karena yang bersangkutan saat dibawa seorang lelaki itu mengenakan perhiasan yang mencolok. “Tapi ini hanya dugaan, tak mutlak. Sebab, kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian. Saat ini, kabarnya mereka sudah menyebar polisi untuk melacak keberadaan Nurul sekaligus mencari pelaku yang membawanya,” tutur Darsono.
Terhitung sejak Sabtu (18/2/2017), Darsono mengatakan berarti sudah hampir sepekan Nurul menghilang. Ia mengaku sempat mendapat informasi keberadaan rumah si lelaki yang membawa Nurul. “Kami sempat datangi ke lokasi. Ternyata, dia tak berada di sana,” ucap mantan tentara yang pernah bertugas di Kodim 1011 Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah ini.
Kecurigaan Darsono adalah kondisi sepeda motor yang ditinggalkan di bawah jembatan itu dalam keadaan baik, tak ada rengsek atau lecet sedikitnya. Bahkan, saat air sungai pasang, sepeda motor sempat tak terlihat. Begitu surut, warga baru melihat ada sepeda motor di bawah jembatan Sungai Ramania tersebut. “Kalau kami yakin si pelaku itu hanya mencoba mengecoh petugas. Sebab, dia sepertinya ingin menghilangkan jejak, dan bahkan sudah lari ke semua akses jalan yang ada, entah ke Kalimantan Selatan atau menuju arah Kalimantan Tengah,” kata Darsono.
Dari keterangan warga setempat, Darsono mengakui mendapat informasi bahwa si pelaku pandai berbahasa Indonesia, bukan seperti orang kampung kebanyakan yang bertutur bahasa Banjar. “Nah, kalau Nurul itu tenggelam, misalkan, tentu mayatnya akan segera timbul terbilang satu hari saja. Tapi, kami menyerahkan urusan ini kepada aparat kepolisian untuk mengusutnya secara tuntas,” imbuh Darsono.(jejakrekam)
Penulis : Didi GS
Ilustrasi : Equator.com
