PELAKSANAAN haul (peringatan wafat) ke-6 KH Ahmad Zuhdiannor atau Guru Zuhdi kurang dari 10 hari lagi, tepatnya pada 14 Februari atau 27 Syaban.
Menjelang haul, persiapan terus dimatangkan baik oleh panitia maupun pemerintah daerah serta instansi terkait.
Dua pekan sebelum hari H, Majelis Tabarruk (Majta) menyatakan kesiapan kegiatan telah memasuki angka 90 persen.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Majta Banjarmasin, Muhammad Nidauddin.
BACA : Perwira Ditlantas Polda Kalsel Tewas Tertimpa Pohon di Tapin Saat Safety Riding
“Sebagian besar persiapan telah rampung, mulai dari koordinasi lintas instansi hingga perencanaan teknis di lapangan. Saat ini, panitia memfokuskan perhatian pada detail pengamanan dan rekayasa arus jamaah,” jelasnya, Kamis (5/2/2026), dilansir Klik Kalsel.
Secara umum, ujar dia, persiapan sudah sekitar 90 persen. Tinggal pematangan teknis di lapangan, terutama pengaturan jalur, parkir, dan pengamanan jemaah.
Dalam rangka memastikan kelancaran dan kekhusyukan haul, panitia telah berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Banjarmasin, termasuk Sekretaris Daerah serta sejumlah dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan.
Koordinasi itu mencakup dukungan layanan kesehatan, pengamanan, hingga penataan kawasan pusat kegiatan.
Salah satu keputusan penting yang diambil adalah penutupan sementara area kubah bagi peziarah umum. Langkah ini dilakukan untuk sterilisasi dan persiapan teknis menjelang pelaksanaan haul.
BACA : Warga Tolak Pasar Wadai Ramadhan di Jalan Singabana, Pemda Kotabaru Pindahkan Lokasi
“Kubah akan ditutup untuk ziarah umum mulai H-1, Jumat 13 Februari 2026 pukul 18.00 Wita. Jadi mulai malam Sabtu sudah tidak ada lagi ziarah umum, karena fokus pada persiapan haul,” jelasnya.
Lebih lanjut, menurutnya antusiasme jamaah tahun ini diperkirakan meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Panitia memprediksi kehadiran jemaah tidak hanya dari Banjarmasin dan sekitarnya, tetapi juga dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan hingga luar provinsi.
“Biasanya jamaah datang dari Amuntai, Barabai, bahkan ada yang dari Kalimantan Tengah. Mereka sudah mulai berkoordinasi dengan panitia melalui pembagian zona, terutama untuk kebutuhan lahan parkir,” ungkap Nidauddin.
Mengantisipasi lonjakan jamaah, Majta telah menyiapkan pemetaan jalur masuk dan keluar kawasan haul guna mencegah penumpukan massa.
Pengaturan zona parkir juga menjadi prioritas untuk menampung ribuan kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Kami ingin memastikan jamaah bisa datang dan mengikuti haul dengan aman dan nyaman. Karena itu, pengamanan jalur dan pengamanan jamaah menjadi fokus sementara,” jamaah. (Berbagai sumber, jejakrekam.com)

