BUPATI Tabalong yang diwakilkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tabalong, H Abubakar Sidiq membuka diskusi panel, pada Kamis (5/2/2026).
DISKUSI panel yang digelar di Balai Dandung Suchrowardi, merupakan rangkaian peringatan Milad HMI ke-79 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Tabalong.
Bertemakan Relevansi Program 1.000 Sarjana dengan Kebutuhan Pembangunan Daerah, mendapat apresiasi dari Pemkab Tabalong melalui sambutan bupati yang disampaikan H Abubakar Sidiq.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tabalong itu menyampaikan, selama hampir satu abad HMI telah menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi kader yang konsisten melahirkan insan intelektual, pemimpin dan agen perubahan.
Pihaknya juga mengapresiasi kepada HMI dan KAHMI Tabalong yang menggelar diskusi panel dengan mengangkat tema yang sangat sejalan visi pembangunan Tabalong Smart yaitu program 1.000 sarjana.
“Tema yang diangkat ini dimana salah satu penekanan utamanya adalah pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing,” jelasnya saat membacakan sambutan tertulis Bupati Tabalong.
Abu pun berharap, melalui diskusi ini dapat dirumuskan gagasan dan rekomendasi yang konstruktif agar program 1.000 sarjana benar-benar relevan dengan kebutuhan di segala sektor.
“Kami sangat terbuka terhadap kolaborasi dan sinergi dengan HMI dan KAHMI sebagai mitra strategis pembangunan daerah, dalam rangka bersama-sama mewujudkan Tabalong Smart,” harapnya.
Di sisi lain, Koordinator Presidium Majelis Daerah KAHMI Tabalong, Kadarisman mengatakan, program 1.000 sarjana pemerintah daerah merupakan jawaban kritis yang selaras dengan tujuan HMI, namun desain hulu beasiswa ini harus bertaut pada kebijakan hilirisasi.
Hal penting lainnya program 1.000 sarjana ini jangan berhenti pada persoalan organik perkuliahan, sehingga mahasiswa lupa mengasah soft skill dan kosong dari kecerdasan emosional serta sosial yang menjadi modal pentingnya dalam relasi kehidupannya nanti.
“Karena jika desain hilirisasi kebijakannya tidak disiapkan dengan baik, seribu sarjana hanya akan melahirkan pengangguran baru intelektual,” katanya.(jejakrekam)

