DINAS Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Selatan (Kalsel) memiliki berbagai inovasi untuk meningkatkan sektor perkebunan dan peternakan.
INOVASI yang diunggulkan terutama melalui program seperti Bangsibun Bakaret (korporasi pekebun karet), Bang Kodim (pengembangan kopi terintegrasi), Sistim integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska) dengan teknologi pagar elektrik, pengembangan pakan ternak mandiri, hingga inovasi ternak seperti Otak Pintar untuk itik.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan Suparmi menyebut berbagai inovasi yang pihaknya bangun dan program yang dijalankan selama ini. “Maka nilai tukar petani/pekebun dan peternak tingkat keberhasilannya sangat tinggi,” ujarnya pada Kamis (11/12/2025), di Banjarbaru.
Keberhasilan nilai tukar itu ungkap Suparmi berdasarkan data BPS. “Data ini bukan data dari Saya,” tegasnya.
Diterangkannya, dari data BPS nilai tukar pekebun dan peternak selama periode Oktober-November 2025 sebesar 149 persen. “Ini menunjukkan bahwa pekebun dan peternak di Kalimantan Selatan sudah sejahtera, karena nilai tukarnya di atas ambang batas dan melampaui 100 persen,” bebernya.
“Apalagi inovasi Kita SISKA KU INTIP itu, merupakan contoh nasional dalam mengintegrasikan kelapa sawit dan peternakan sapi untuk mendukung ketahanan pangan. Ini merupakan inovasi yang luar biasa, bahkan menjadi role model nasional juga sebagai contoh provinsi lain,” katanya.
Ini membuktikan Kalsel sebagai lokasi percontohan/role model pengembangan SISKA berskala besar menunjukkan potensi besar yang dimiliki daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Tentu program inilah yang terus diharapkan dapat meningkatkan populasi ternak yang pada intinya dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi pekebun sawit dan masyarakat sekitar serta meningkatkan posisi Kalsel sebagai salah satu lumbung ternak nasional,” ujarnya lagi.
“Maka program SISKA KU INTIP itu merupakan bukti nyata bahwa inovasi dalam integrasi sektor perkebunan dan peternakan dapat menghasilkan manfaat yang besar bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
“Sebagai role model nasional, program ini diharapkan terus diperkuat dan dikembangkan untuk mencapai swasembada sapi dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.(jejakrekam)

