TIDAK hanya berdampak pada seleksi CPNS, anggaran perubahan yang gagal disahkan oleh DPRD Barito Utara, juga membuat sejumlah kegiatan masyarakat gagal terlaksana.
RAPAT Paripurna DPRD selalu batal karena selalu tidak memenuhi kuorum, buntut 11 anggota dewan yang selalu absen, dan dituding boikot. Akibatnya, salah satu agenda kegiatan masyarakat, seperti lomba melukis ornamen, desain batik dan tari kreasi, batal dilaksanakan.
Hal ini mengundang reaksi dari Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Patih Herman AB yang mendukung kegiatan untuk masyarakat tersebut. “Kami mendapat informasi dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olaharaga Barito Utara, perihal dibatalkannya lomba lukis ornamen, tari kreasi, desain batik, paduan suara dan pidato,” ungkapnya, Jumat (18/10/2024).
BACA: Fakta Pembahasan APBD Perubahan Terungkap, 11 Anggota Dewan Tidak Minta Pembahasan Seluruh Dinas
Terang saja, pembatalan lomba tersebut mematik reaksi masyarakat yang sudah jauh-jauh hari latihan, guna mempersiapkan lomba. Keluhan masyarakat tersebut sampai kepada Patih Herman, yang berisikan minat kalangan remaja, pemuda dan masyarakat untuk mengikuti lomba.
Namun lomba mendadak dibatalkan, setelah anggaran lomba, termasuk yang diboikot 11 anggota dewan. “Memang dampak gagalnya APBD Perubahan sangat luas. Dalam satu dinas saja, ada beberapa kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan,” terangnya.
Patih mengimbau, wakil rakyat jangan sampai mem-boikot anggaran yang memang untuk masyarakat, karena akan merugikan warga. Lebih lanjut, dirinya menyebut juga atlet bola voli juga kena imbas. Yakni gagal berangkat mengikuti Pekan Olahraga Nasional (Popnas) di Solo.
Menurutnya, ini baru terjadi di satu dinas, nanti akan muncul keluhan dari tiap organisasi perangkat daerah yang terhambat kegiatannya, lantaran tidak disahkannya APBD Perubahan Tahun 2024.(jejakrekam)

