GUBERNUR Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menegaskan tidak menandatangani izin perjalanan Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, untuk berangkat umrah.
Namun kenyataannya Mirwan tetap berangkat umrah di tengah wilayahnya dalam masa tanggap darurat banjir dan longsor.
Kepergian bupati bersama istrinya sejak 2 Desember menuai kritik, mengingat Aceh, termasuk Aceh Selatan sedang dilanda bencana.
Mualem meminta seluruh pejabat tidak bepergian sementara waktu hingga situasi benar-benar pulih.
“Untuk sementara waktu jangan pergi, dia (Bupati Aceh Selatan) pergi juga terserah,” katanya.
Di sisi lain, Pemkab Aceh Selatan menjelaskan keberangkatan umrah Bupati Aceh Selatan bersama istri setelah berjibaku di lapangan memastikan setiap penanganan terhadap korban bencana.
“Keberangkatan bupati beserta istri dilakukan setelah melihat situasi Aceh Selatan secara umum yang sudah stabil dan korban bencana tertangani dengan baik,” kata Diva Samudra Putra selaku Plt Sekda Aceh Selatan.
Ia mengatakan keberangkatan kepala daerah tersebut setelah menyalurkan bantuan kepada korban bencana di Trumon Raya.
Dia membantah narasi yang menyebutkan bahwa Bupati Aceh Selatan itu meninggalkan masyarakatnya saat bencana masih berlangsung.
“Narasi tersebut tidak benar, korban bencana yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Ini bukti soliditas semua pihak dalam penanganan banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Selatan,” tambahnya.
Kunjungan Presiden
Sementara itu, setelah mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Presiden Prabowo Subianto bersama Gubernur Aceh menuju Kabupaten Bireuen.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo langsung meninjau pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane, ruas vital penghubung Bireuen-Takengon di Kabupaten Bireuen. Jembatan sementara ini, akan segera bisa digunakan dalam 2-3 hari.
Dengan bentang sungai sekitar 150 meter, jembatan sementara tersebut menjadi urat nadi penting untuk memulihkan kembali akses darat yang terputus akibat banjir besar dan derasnya arus sungai.
Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah mengerahkan seluruh kemampuan untuk memastikan akses logistik dan pergerakan masyarakat segera pulih.. (Berbagai sumber, jejakrekam.com)

