MUHAMMAD Zaki warga Jalan A.Yani Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, menyambangi Polsek Banjarmasin Selatan ,Selasa (11/11/2025)
Pria ini membuat laporan dugaan pengancaman, dan telah dicatat sesuai LP nomor : STTLP/249/XI/2025/ Kalsel Resta Bjm/Sektor Bjm Selatan yang ditandatangani Ka.SPKT Regu III IPTU Taofik Hidayat tertanggal 11 November 2025.
Dalam laporan polisi itu , Zaki melaporkan seseorang berinisial J dan kawan -kawannya, warga Jalan KS Tubun Gang Damai II Kelurahan Kelayan Barat, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin.
Menurut Zaki, J Cs merupakan anak buah dari seseorang yang mengaku sebagai habib.
Zaki kepada awak media menceritakan, awalnya dia mewakili Keluarga Ikatan Keluarga Besar Alawiyah Barabai (IKBAL) juga keluarga Rabithah Banjarmasin yang selama bertahun- tahun tidak terungkap.
“Nah, pada tanggal 13 Oktober 2025 , kami menemukan hal-hal suatu pernyataan akidah Islam yang diungkap oleh beberapa tokoh agama, tokoh masyarakat bahwa ada seseorang yang berinsial A yang juga disebut dengan Habib SA bergelar Al-Idrus ,” ujarnya
Orang yang mengaku habib ini ungkap Zaki, ternyata berdasarkan keterangan anggota Rabithah Banjarmasin Habib Faturrahman Bahasyim bukan dari kalangan Al-Idrus.
“Selanjutnya kami berinisiatif menemui atau sharing dengan yang bersangkutan. Kkami kaget bahwa dia mengatakan tidak lagi memakai hadis ,karena hadis itu adalah tidak memakai fikih juga dalil. Dia juga menerangkan hal-hal yang menurut hemat kami tidak lazim dalam Islam,” jelas Zaki.
Masih menurut keterangan Zaki, orang yang mengaku habib ini juga diduga memperdaya korban AL sehingga mengalami kerugian emas dengan jumlah sangar besar.
“Terkait hal ini kami akan melakukan pelaporan ke ranah hukum pidana karena habib yang kami duga palsu ini terindikasi juga melakukan pemerasan dalam kurun waktu 2017-2021,” jelasnya.
Selain melaporkan terkait dugaan pidana, Zaki berencana malaporkan A alias SA yang diduga habib palsu ke MUI terkait dugaan penistaan agama.
“Habib yang kami duga palsu ini mengaku sering ketemu nabi, dan ini sudah kami laporkan juga dengan Al-Idrus di Kabupaten Banjar dan Habib Faturrahman Bahasyim dari Rabithah, sehingga kami akan membuat maklumat,” ujarnya
Soal laporan ke Polsek Banjarmasin Selatan, Zaki menjelaskan, terkait pengancaman dari sejumlah orang yang diduga anak buah A alias SA.
“Mereka ini merupakan anak buah dari habib yang diduga palsu tersebut. Mereka saya laporkan ke polisi karena mengancam hendak membunuh saya , lantara kami ingin mencari tahu keberadaan A alias SA yang kami duga habib palsu itu,” ujarnya
Zaki pun berharap kepada pihak kepolisian agar masalah ini cepat diusut tuntas. (Asyikin, jejakrekam.com)

