SEORANG anggota TNI mengalami kecelakaan saat latihan terjun payung di kawasan Bandara PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (20/11/2025).
Kejadiannya bermula saat personel keluar dari pesawat Hercules yang membawa mereka untuk terjun payung.
Namun, saat semua penerjun keluar dan berada di langit bebas, salah satu dari mereka terlihat mengalami kesulitan, parasutnya tidak mengembang sempurna.
Prajurit ini pun terlihat meluncur lebih cepat ke darat dibanding rekan-rekannya, hingga ia menghujam ke aspal.
Kejadian ini berlangsung di tengah rangkaian Latihan Terintegrasi TNI Tahun 2025 yang melibatkan ratusan personel.
Detik-detik jatuhnya prajurit terekam dalam video amatir warga dan menjadi viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @infokomando.official pada Jumat (21/11).
BACA: Pengamat Kebijakan Publik Sebut Tak Masuk Akal Alasan Bank Kalsel Salah Input Dana Rp 5,1 Triliun
Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia melalui video tersebut, terlihat sejumlah warga, termasuk anak-anak, berada di sekitar lokasi dan menyaksikan langsung momen terjatuhnya prajurit tersebut.
Prajurit yang mengalami kecelakaan segera mendapat pertolongan pertama dari tim medis dan personel pengamanan di lapangan.
Ia kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat dan saat ini masih dalam pemantauan intensif tim medis.
TNI menyatakan telah membentuk tim investigasi internal untuk menyelidiki penyebab kegagalan parasut serta mengevaluasi seluruh prosedur pelatihan.
Latihan terjun payung ini merupakan bagian dari operasi perebutan dan pengendalian pangkalan udara (OP3U) serta penerjunan lintas udara (linud) dalam rangkaian Latihan Terintegrasi TNI Tahun 2025.
Kegiatan dilaksanakan di Bandara PT IMIP, Morowali, Sulawesi Tengah, pada Kamis (20/11).
Pada sorti pertama, peterjun dari Yonko 466 Korpasgat melakukan penerjunan OP3U setelah tim Dalpur lebih dahulu mengamankan dan menyiapkan dropping zone (DZ).
Sementara itu, pada sorti kedua, peterjun dari Yonif 432 dan Yonif 433 Kostrad melaksanakan penerjunan linud untuk menguasai sasaran strategis.
Seluruh penerjunan dilakukan menggunakan pesawat angkut taktis C-130.
Keterangan akun resmi @puspentni, latihan ini menjadi bagian dari skenario penguasaan objek vital strategis secara profesional dan terintegrasi antar matra.
Latihan tersebut turut disaksikan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI, Jaksa Agung, Kepala BPKP, serta sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.
TNI memastikan investigasi menyeluruh sedang dilakukan, termasuk pemeriksaan peralatan dan prosedur teknis pelatihan.
Evaluasi ini bertujuan mencegah terulangnya insiden serupa dalam latihan ke depan. (Erna Djedi/berbagai sumber, jejakrekam.com)

