PSS Sleman harus menerima hukuman untuk tidak disaksikan pendukungnya pada empat laga kandang.
Hukuman terhadap PSS Sleman itu, dijatuhkan setelah insiden yang terjadi ketika menjamu PS Barito Putera di Stadion Maguwoharjo pada Sabtu (31/1/2026).
Setidaknya ada dua insiden yang terjadi pada pertandingan penutup pekan ke-18 Pegadaian Championship 2025/26 itu.
Insiden pertama, suporter PSS Sleman menggunakan APAR di tribun barat utara dan menyemprotkan ke udara.
Akibatnya, pertandingan sempat dihentikan selama sekitar tiga menit akibat asap di dalam stadion.
BACA : Cek Harga Tiket Matchday Indonesia U-17 Vs Tiongkok, 8 dan 11 Februari di Indomilk Arena Tangerang
Insiden kedua, adanya pemasangan spanduk provokatif berisi umpatan terhadap klub tamu.
”Merujuk Pasal 70 ayat (1) dan (2), Lampiran 1 nomor 5 juncto Pasal 13 ayat (2) Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi larangan penonton pada empat pertandingan kandang PSS Sleman,” tulis surat resmi Komdis PSSI seperti dikutip, Selasa (3/2/2026).
Tak hanya itu, Komdis PSSI juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 15 juta pada PSS Sleman serta peringatan keras agar pelanggaran serupa tidak terulang di masa mendatang.
Akibat hukuman itu, PSS Sleman tak akan dibantu ”pemain ke 12”-nya saat menjamu Deltras FC di laga perdana putaran ketiga pekan depan.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak manajemen PSS belum menyampaikan pernyataan resmi terkait sanksi Komdis PSSI.
siden tersebut. Pihak PSS Sleman berharap pelaku ditindak.
”Kami melaporkan peristiwa yang membahayakan keselamatan orang itu kepada pihak Kepolisian, agar oknum pelaku ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ucap Excecutive Representative PSS, Vita Subiyakti dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Selain melaporkan kejadian itu ke polisi, lanjut Vita, manajemen PSS Sleman juga melaporkan insiden itu ke ILeague, selalu operator kompetisi, dan tembusan ke Federasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Langkah ini merujuk pada regulasi dan kewajiban pengelola pertandingan.
”Berdasarkan pantauan kami langsung ke rumah sakit, semua korban mengalami cedera ringan tidak perlu rawat inap. Kami pun terus memantau perkembangannya,” ungkap Vita. (Erna Djedi/berbagai sumber, jejakrekam.com)

