STADION Segiri Samarinda selama ini dikenal sebagai markas ‘angker’ bagi tim lawan Borneo FC.
Di stadion ini, hampir semua pertandingan dimenangkan Borneo FC, dan sulit bagi tim tamu untuk memetik kemenangan.
Keangkeran Stadion Segiri kembali memakan korban, saat Borneo FC menjamu Madura United FC, Sabtu (22/11) malam.
Setelah jeda internasional, tim kembali menyalakan mesin dengan tujuan menjaga “kesucian” Segiri dari hasil minor.
Dalam pertandingan tadi malam, Borneo FC mengalahkan Madura United dengan skor tipis 1-0.
Selama pertandingan, kedua tim saling balas serangan dan ancaman ke gawang.
Namun hingga menjelang akhir pertandingan tidak tercipta gol dari kedua tim.
BACA: Ditemukan Lencana Anggota Polri Dalam Mobil Bawa 90 Ribu Pil Ekstasi
Borneo baru bisa menjebol gawang Madura United yang dijaga Aditya Harlan di menit 89 setelah melakukan tekanan bertubi-tubi hingga crossing datar Maicon Souza dituntaskan Douglas Coutinho.
Atas kemenangan ini, makin mengokohkan Borneo FC sebagai pemuncak klasemen BRI Super League 2025/26.
Borneo FC berhasil menyapu 11 kemenangan beruntun hingga meraup perolehan 33 poin. Terpaut jauh dengan runner up Persija Jakarta yang mengantongi 26 poin.
Keangkeran Segiri
Pada musim ini, Segiri menjelma menjadi salah satu stadion paling menyeramkan bagi tim tamu.
Dari enam laga kandang yang telah dijalani, seluruhnya berakhir dengan kemenangan untuk Borneo FC.
Terakhir, Dewa United Banten FC menjadi korban terbaru setelah ditaklukkan 4-0 lalu semakin terasa tepat menggambarkan markas tim berjuluk Pesut Etam.
BACA: Detik-detik Parasut Anggota TNI Tidak Mengembang Sempurna, Tubuhnya Menghempas ke Tanah
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes yang pernah menangani Madura United, tidak ingin terjebak nostalgia.
Dia menegaskan persiapan berjalan dengan disiplin penuh, termasuk menyiapkan skema untuk menahan agresivitas mantan klubnya itu.
“Kita masih akan lihat bagaimana kondisi pemain secara keseluruhan hingga jelang pertandingan. Saya harap semuanya dalam kondisi bagus dan siap untuk pertandingan ini,” ujar pelatih asal Brasil itu.
Fokus utama tim pelatih adalah memantau kebugaran pemain seusai masa tugas bersama timnas U23 maupun FIFA Match Day.
Untuk itu dia menegaskan bahwa keputusan komposisi starter baru akan ditentukan setelah evaluasi akhir.
Meskipun lawan baru saja mendatangkan pelatih baru membuatnya lebih waspada karena minim referensi terbaru terkait pola permainan lawan.
“Ini akan menjadi pertandingan yang sedikit berbeda. Tapi kami sudah siapkan beberapa skenario untuk mengantisipasi lawan,” imbuhnya. (Erna Djedi, jejakrekam.com)

