AKIBAT air kiriman dari hulu dan pasang air laut ditambah curah hujan yang tinggi, sejumlah kawasan di Banjarmasin harus rela terendam air.
SEPERTI yang dirasakan oleh warga Sungai Lulut, khususnya Bumi Intan Rahayu Berkah dan sekitarnya, yang sudah 4 hari ini mengalami kebanjiran. Bahkan beberapa warga harus mengungsikan kendaraan dan mobil, untuk dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.
Ketua Komplek Bumi Intan Rahayu Berkah, Dedy Koco Susilo, SH menuturkan, bahwa pihaknya memahami kalau saat ini Kota Banjarmasin juga sedang melakukan Proyek Pembangunan di Sungai Veteran, yang hingga kini masih berproses.
“Namun sangat disayangkan, saat Kami lihat lokasi tersebut sungainya ditutup oleh pagar seng, sehingga aliran yang seharusnya lancar jadi terhambat. Sungai tersebut terhubung dari Sungai Lulut melalui Veteran hingga Sungai Martapura. Sungai kecil itu membantu (mengalirkan) debit air, agar segera turun seharusnya,” ujar Dedi.
Mewakili warga, Dedi menyampaikan harapan akan tindakan Balai Wilayah Sungai (BWS), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, maupun Pemerintah Kota Banjarmasin serta dinas terkait, agar segera mengambil langkah. Bukan tanpa alasan, warga masih trauma dengan peristiwa banjir yang melanda di kawasan tersebut pada Tahun 2021, yang mecapai pinggang bahkan dada org dewasa, ditambah lagi dengan pendangkalan sungai.
Lebih lanjut, advokat dan Sekretaris Pusat Bantuan Hukum & HAM Kalsel ini mengatakan, bahwa agar menindak tegas baik bangunan ilegal maupun proyek-proyek, agar wajib mengantongi izin serta sesuai dengan aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan serta AMDAL. “Mohon juga aparat penegak hukum, mengawasi proyek-proyek yang ada di Banjarmasin, sehingga berjalan sesuai dengan aturan,” pintanya.
Selain itu, Dirinya juga menyampaikan aspirasi warga yang meminta, agar DPRD Kota Banjarmasin khususnya anggota legislatif Dapil Banjarmasin Timur, turut membantu dalam menyuarakan hal ini. “Jangan sampai ini berlarut-larut, ini kan sudah hampir satu minggu,” tandasnya.(jejakrekam)

