PENINGKATAN kesejahteraan dan sertifikasi guru merupakan program strategis Pemerintah Provinsi, sesuai arahan Gubernur Kalsel.
HAL ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kalsel, Galuh Tantri Narindra pada Rakor Pendidikan se-Kalsel beberapa waktu lalu.
Namun, ada perhatian khusus bagi Disdik Kalselsel ini, bahwa sejumlah guru belum tersertifikasi. “Saat ini 60 persen guru belum tersertifikasi, baik ASN maupun non ASN,” kata Galuh.
Ditargetkan program sertifikasi guru dapat dituntaskan secara bertahap hingga berakhirnya jabatan kepala daerah. “Untuk biaya sertifikasi guru akan ditanggung semuanya oleh Kemendikdasmen,” tambah Galuh.
Sertifikasi guru merupakan salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan guru karena bagi guru yang sudah tersertifikasi akan mendapatkan tambahan tunjangan profesi. “Dengan kesejahteraan meningkat diharapkan guru lebih berdedikasi dalam melaksanakan tugasnya,” lanjutnya.
Pada 2026, Gubernur Kalsel juga telah menginstruksikan agar tunjangan guru ditingkatkan. “Termasuk tunjangan guru yang bertugas di daerah terpencil diusulkan ditambah tunjangannya,” ujar Galuh.
Namun untuk kenaikan tunjangan guru masih harus menunggu persetujuan Kemendagri. “Mudahan nanti usul kenaikan tunjangan daerah bagi guru yang sudah Kita sampaikan akan mendapatkan persetujuan dari Kemendagri,” pungkasnya.
Untuk diketahui, jumlah tenaga guru khususnya SMA/SMK serta SLB di Kalimantan Selatan pada saat ini sekitar 8.630 orang.(jejakrekam)

