PENGURUS Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) mendorong untuk dilakukan upaya islah dan rekonsiliasi terkait polemik yang terjadi di internal PBNU.
Saran itu datang antara lain dari PWNU Jakarta, PWNU DIY, PWNU Jawa Tengah, PWNU NTT, PWNU Papua Barat, dan PWNU Bengkulu.
Pada intinya, PWNU daerah menyarankan agar pengurus di pusat melakukan islah dan rekonsiliasi.
Seperti yang disampaikan PWNU Papua Barat Daya melalui surat bernomor 15/PW.01/A.II.07.99/35/11/2025 mendorong pentingnya upaya rekonsiliasi dan memprioritaskan musyawarah.
Surat yang ditandatangani Rais Syuriyah H Mulyono, Katib Abdul Muthalib Salim, Ketua Rofiul Amri, dan Sekretaris Azis Silehu tersebut menekankan hal itu demi menjaga kebesaran marwah jamiyyah.
“Kami memohon dengan sangat agar jajaran Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU segera mengupayakan Ishlah Jam’iyyah (Rekonsiliasi Organisasi) secara optimal dan secepatnya, guna menjaga kebesaran dan marwah jam’iyyah Nahdlatul Ulama sebagaimana diamanatkan dalam Muqaddimah Qanun Asasi,” demikian bunyi poin pertama surat tersebut.
Senada, PWNU Bengkulu melalui surat bernomor 237/PW.02/A.II.07.99/9/11/2025 sebagai sikap bersama dengan PCNU seluruh Bengkulu itu menekankan rekonsiliasi dan rekonsolidasi. (Berbagai sumber/nu, jejakrekam.com)


