Potensi Kajian Masyarakat Adat Perbatasan Indonesia Dan Malaysia Diseminarkan

0

SEMINAR Akademik, bertempat di Ruang Aktiv Fakulti Sain Sosial dan Kemanusiaan (FSSK) Universitas Kebangsaan Malaysia digelar, pada Jumat (5/7/2024).

Setia Budhi dalam makalah utama Menjelajah Etnografi Kalimantan, terutama Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, menjabarkan Kalimantan memiliki berbagai suku dan keanekaragaman tradisi. Adat dan budaya. Potensi kearifan lokal merupakan modal sosial dalam perspektif pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Identitas budaya menjadi penting dalam konteks masyarakat yang dipertahankan ataupun telah bertranformasi ditengah perubahan dan arus globalisasi. Kemudian, kajian Transformasi Sosial Budaya dalam Industri ekstraktif, Islam dan Tradisi Masyarakat Banjar, Peatland Communities, Alam dan Tamadun Banjar, Mayarakat Pesisir di Tenggara Kalimantan, Teknologi Pertanian dan transportasi sungai Orang Banjar dan kajian tentang Kuliner.

“Potensi penelitian bersama yang lain misalnya, terkait hutan dan masyarakat adat dan kebudayaan Padi. Masyarakat adat di perbatasan Indonesia dengan etnik di perbatasan Entikong (Sarawak) dan Tawau (Sabah), Migrasi Urang Banjar ke Malaysia dan Kajian Social Memory,” ujar Setia Budhi.

Sementara itu, Dr Azlina Abdullah, Ketua Program Antropologi dan Sosiologi FSSK UKM Malaysia menyatakan, pentingnya kolaborasi penelitian dan itu tantangan untuk peneliti muda dalam bidang sosiologi dan antropologi pada dua program studi. Beberapa topik kajian, kemungkinan dapat dimulai dengan saling bertukar karya ilmiah dan pertukaran pengajar pada subjek mata kuliah tertentu.

Sedangkan salah satu pengajar Antropologi Sosiologi UKM Malaysia, Dr Noviatin Syarifuddin yang aktif dalam melakukan penelitian Komunitas Bajau Laut di Kalimantan Utara, mengatakan hal ini dapat dijadikan pembuka peluang kolaborasi penelitian etnik perbatasan Indonesia dengan Malaysia.

Terbatasnya dokumentasi pengkaji lokal maupun antarbangsa, mengakibatkan kurangnya informasi mengenai pengetahuan, pemahaman, penerimaan dan perubahan nilai komunitas lokal. Padahal hasil kajian merupakan salah satu panduan dalam pembuatan kebijakan pemerintah.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.