Taufik Arbain Sebut, Bacawalkot Ada yang Tergerus Popularitasnya

0

SAAT ini sudah ramai nama-nama yang bermunculan sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin.

HAL ini bisa dilihat bertebarannya baliho dan spanduk di mana-mana, termasuk mereka yang sudah melakukan gerakan dan sosialisasi jauh sebelum dilaksanakan pemilihan anggota legislatif/Pemilu 2024.

Usaha para bakal calon walikota ini setidaknya dalam rangka mendorong pengenalan dirinya kepada publik agar meningkat popularitas yang berimplikasi pada akseptabilitas bersangkutan.

BACA: Ada Lutfi dan Anang Misransyah, 2 Paslon Walikota Independen Daftar ke KPU Banjarmasin

Menurut Pengamat Politik dan Kebijakan Publik FISIP ULM, Dr Taufik Arbain, langkah strategis yang dilakukan seseorang jauh-jauh hari sebelum masa kampanye yang ditetapkan KPU, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap popularitas dan elektabilitas seseorang.

Hal ini dipengaruhi beberapa sebab. Pertama, publik lebih awal mengenal sang bakal calon, maka jika ada lembaga riset melakukan survei maka peluang yang bersangkutan lebih besar popularitas dan elektabilitasnya.

Kedua, relatif membantu dalam mempetakan masa dan wilayah yang menerima kehadirannya, jika menjadi bakal calon kepala daerah.

Hanya saja mereka yang melakukan kampanye lebih awal bisa saja tergerus persentase popularitasnya dan elektabilitasnya, ketika dalam perjalanan waktu bermunculan nama-nama yang tidak diduga-duga dan keberadaanya memberikan harapan baru .

BACA JUGA: Miliki 70 Ribu Dukungan Warga, Habib Banua-Haji Iqbal Siap Bertarung di Pilwali Banjarmasin

Artinya, figur ini lebih meyakinkan terlebih diikuti mesin politik yang masif. “Pengalaman saya sebagai surveyer, hal ini dikontrol lewat variabel tingkat kemantapan pilihan. Jika jawaban kemungkinan berubah mencapai angka di atas 50 persen, maka potensi ketergerusan figur yang lebih awal dikenal itu memiliki potensi untuk digerus oleh calon lain, yang lebih meyakinkan dan bahkan terdistribusi pada figur yang baru muncul. Termasuk jika figur itu incumbent memungkinkan tergerus,” ungkap Direktur Banua Meter lembaga survei politik ini.

Lalu siapa saja kemungkinan figur yang kompetible sebagai calon walikota Banjarmasin 2024?

Surveyer senior di Banua ini mengatakan, bahwa kemungkinan yang kompetitif menjadi calon walikota adalah H Mukhyar, H Arifin Noor, H Yuni Abdi Sulaiman dan Pangeran Habib Abduraham Bahasyim (Habib Banua). “Figur-figur ini memiliki basis massa tersendiri, mesin politik dan karakteristik tersendiri,” ujar Taufik Arbain.

“Nama-nama lain saya kira justru lebih terseleksi menjadi wakil walikota, diantara nama-nama yang saya sebutkan tersebut. Karena saya meyakini munculnya sejumlah nama-nama di mata publik bahkan menjadikan distribusi elektabilitas bergeser sesuai dinamika yang ada,” sambungnya.

BACA LAGI:  Haji Yuni Optimis Menangkan Pilkada Banjarmasin

Menurut Ketua S2 Magister Administrasi Publik Fisip ULM ini, bahkan kemungkinan jika disimulasi ada 3 nama yang akan bersaing ketat, yakni H Muhyar, H Yuni Abdi Sulaiman dan H Arifin Noor.

Jika H Muhyar memiliki modal politik start lebih awal, dan Pak Arifin sebagai pejabat incumbent wakil walikota, maka H Yuni abdil memiliki modal politik yakni mesin partai yang masih panas pasca pemilu, dan gerakan bawah tanah yang diam-diam mulai bergerak masif dan dilirik pemilih.

“Jadi menjelang masa pendaftaran bakal calon ini, justru tiga nama kompetible ini akan bersaing merebut hati pemilih dan di sinilah kemungkinan terjadi siapa menggerus siapa. Selanjutnya tergantung juga pasangan yang apakah memberikan support elektabilitas, atau malah stagnan? Atau siapakah yang akan mendapatkan tiket maju atas dukungan partai pengusung. Nah dari ketiga nama tersebut bisa analsis siapa yang akan diusung partai dan siapa yang memilih independen,” ungkapnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.