Balai Kota Didemo KAKI Kalsel, Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tahun 2023 Dituntaskan

0

KRISIS keuangan dialami Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin membuat banyak pembayaran tertunda kepada kontraktor, vendor atau pihak ketiga. Nilainya mencapai Rp 300 miliar.

TERGERAK masalah itu, Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota, Jalan RE Martadinata, Banjarmasin, Kamis (18/1/2024).

Massa pendemo menuntut agar pembayaran terhadap para kontraktor serta pihak ketiga yang sudah tertunggak sejak Oktober 2023, bisa segera dituntaskan oleh Pemkot Banjaramsin.

Direktur KAKI Kalsel, H Akhmad Husaini menilai krisis keuangan Pemkot Banjarmasin berimbas pada keluarnya Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Menurut dia, hal tersebut menjadi atensi publik dan menjadi perhatian dari kalangan dunia usaha, pihak vendor dan buruh yang bekerja di proyek milik pemerintah tersebut.

BACA : Mengacu KMK Kurang Bayar, Sekda Banjarmasin Surati SKPD Selesaikan Utang Daerah ke Pihak Ketiga

“Kalau ini tidak ada solusi, tentu hal ini akan menjadi potensi konflik. Bahkan, berdampak pada perekonomian pihak rekanan. Kami meminta pihak Pemkot Banjarmasin agar mencari solusi permasalahan ini,” kata Husaini dalam orasinya di depan Balai Kota Banjarmasin, Kamis (18/1/2023).

Menjawab hal itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota BanjarmasinEdy Wibowo mengkui memang ada dari beberapa tunggakan termin pembayaran proyek yang belum terselesaikan pada tahun anggaran 2023. Namun, Edy menjamin akan dituntaskan pada tahun anggaran 2024.

BACA JUGA : Bisa Tutupi Utang Rp 300 Miliar, Walikota Ibnu Sina Sebut Transfer Pusat Belum Cair Rp 178 Miliar

“Pemindahan pembayaran dari 2023 ke 2024 ini tentu ada proses tahapan. Hal itu sudah dipayungi hukum oleh Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Dalam aturan itu sudah ada kriteria, syarat dan ketentuan,” kata Edy.

Mantan Bendahara Sekretariat DPRD Banjarmasin ini menegaskan tahapan yang harus dilalui tidak akan selesai dalam tempo satu hingga dua hari.

BACA JUGA : Ratusan Miliar Utang 17 SKPD, Pemkot Banjarmasin Terpaksa Terapkan Refocusing Anggaran

“Meskipun ada duit untuk membayar kalau proses itu tidak dilalui tetap salah juga. Kita ingin secepatnya diselesaikan, target kita sebelum APBD Perubahan 2024,” ucap Edy.

“Solusi lain juga kami lakukan dengan pihak bank. Saat ini masih kami komunikasikan. Target kami upah buruh dan suplayer dalam bulan depan sudah selesai, bahkan bulan Januari ini, ada sebagian yang sudah kami bayarkan,” imbuh mantan Kabid Anggaran Bakueda Kota Banjarmasin ini.(jejakrekam)

Penulis Iman Satria
Editor Ipik Gandamana

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.