Saksi Korban Penjiplakan Lagu Nasib Poswan Buruk Diperiksa Penyidik Ditreskrimsus Polda Kalsel

0

PENCIPTA sekaligus pemilik lagu berjudul Nasib Poswan Buruk, Rahman Efendi periksa oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalsel sebagai saksi korban.

PEMERIKSAAN saksi korban ini berkaitan dengan laporannya atas dugaan lagu Nasib Poswan Buruk yang telah dijiplak menjadi lagu Obuk Celleng berbahasa Madura bahkan viral di TikTok dan kanal Youtube.

Dalam kasus penjiplakan atau terkait hak kekayaan intelektual itu sebagai para terlapor. Yakni, artis yang memopulerkan lagu Nasib Poswan Buruk menjadi Obuk Celleng; Selvi Ayunda sebagai terlapor 1. Sementara, Romli alias Fariez Meonk menjadi terlapor 2 dan pemilik label atau kanal yang mengedarkan lagu Obuk Celleng; Perdana Record selaku terlapor 3.

Saat dikorek keterangannya sebagai saksi korban, Rahman Efendi didampingi  kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Borneo Nusantara; Kharis Maulana Riatno, Ahmadi dan Willy Akbar Rafsanzani pada Senin (16/10/2023).

BACA : Kontroversi Lagu Obuk Celleng Selvi Ayunda Disebut Jiplak Lagu Banjar Force On (Poswan) Buruk Rahman Efendi

“Pemeriksaan saksi korban ini oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Kalsel guna memenuhi undangan klarifikasi atas laporan dugaan penjiplakan lagu Nasib Poswan Buruk oleh para terlapor,” ucap Direktur LBH Borneo Nusantara, Matrosul kepada jejakrekam.com, Selasa (17/10/2023).

Dia mengapresiasi langkah cepat tim penyidik Ditreskrimsus Polda Kalsel dalam menindaklanjuti laporan kliennya terkait dugaan tindak pidana pelanggan hak cipta.

“Kami berharap agar kasus ini bisa cepat progresnya. Jadi, statusnya dari laporan bisa dinaikkan ke tahapan penyidikan, sehingga bisa ada ditetapkan tersangka dalam kasus ini,” kata Matrosul.

BACA JUGA : 2 Kali Somasi Tak Diindahkan, Pencipta Lagu Nasib Poswan Buruk Lapor ke Ditreskrimsus Polda Kalsel

Menurut dia, dalam laporan yang dibuat Rahman Efendi sebagai saksi korban diduga para terlapor yang melakukan tindak pidana pelanggaran hak cipta seperti diatur dalam Pasal 113 ayat (3) UU Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014.

“Ancaman untuk pasal ini pidana paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar. Juga terdapat dalam Pasal 113 ayat (3) UU Hak Cipta adanya ancaman pidana penjara paling lama 3 tahun atau/dan denda maksimal Rp 500 juta,” imbuh Matrosul.(jejakrekam)

Penulis Iman Satria
Editor Ipik Gandamana

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.