Berburu Kuliner Tengah Malam di Warung Nasi Kuning Ma Haji Handil Bakti

0

NASI kuning menjadi variasi kuliner tradisional berbahan beras, kunyit sebagai pewarna alami dipadu rempah-rempah dan santan kelapa agar gurih, ditambah harumnya dari daun pandan (pudak).

JIKA biasanya nasi kuning itu menjadi santapan pagi, tapi berbeda dengan dengan Warung Nasi Kuning Ma Haji Handil Bakti. Di ruko persis turunan jembatan penghubung Jembatan Sei Alalak (Basit) ke ruas Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), tiap tengah malam diserbu para pengunjung.

Maklum saja, warung nasi kuning itu baru buka persis pukul 23.00 Wita atau 11 malam. Berbeda dengan jamaknya nasi kuning disajikan untuk santap pagi.

Ambil contoh di Warung Nasi Kuning Cempaka, Warung Nasi Kuning Rahmat Andalas yang kini pindah lokasi ke Jalan Pahlawan, Seberang Masjid, merupakan salah satu warung legendaris dengan menu andalan nasi kuning khas Banjar. Tentu saja, deretan warung nasi kuning yang tiap hari buka di Pasar Lama, Banjarmasin.

Ternyata, Warung Nasi Kuning Ma Haji Handil Bakti tak mau kalah. Terbukti, tiap malam hampir puluhan hingga ratusan pelanggan berdatangan dari berbagai tempat ke lokasi warung yang menempati ruko.

BACA : Perkenalkan Soto Banjar dan Nasi Kuning di IPA Fest 2018

Ada beberapa menu nasi kuning malam disajikan dengan bumbu masak habang khas Banjar, seperti ikan haruan (gabus), telur itik, ayam, hati dan ampela hingga jeroan seperti usus dan lainnya.

“Sudah beberapa kali saya datang ke Warung Nasi Kuning Ma Haji Handil Bakti. Rasanya memang berbeda, waktu awal saya sempat tak habis, karena nasinya pera (karau), tidak seperti nasi kuning yang ada di tempat kelahiran saya,” ucap Sultan, karyawan swasta asal Tangerang, Banten yang bekerja di salah satu perusahaan di Banjarmasin ini kepada jejakrekam.com, Sabtu (15/7/2023) malam.

Menurut Sultan, menu nasi kuning di Kalimantan Selatan, khususnya di Banjarmasin rata-rata bercitra rasa manis dan gurih. Berbeda dengan Banten atau daerah lainnya yang cenderung asin, pedas dan sedikit manis.

BACA JUGA : Sarat Nilai Filosofi, Nasi Astakona Sajian Perpaduan Budaya Banjar, Dayak, Melayu dan Islam

“Mungkin citra rasa manis masakan Banjar ini hampir sama dengan Jawa Tengah atau Yogyakarta, tapi gurihnya berbeda,” komentar Sultan.

Pemilik Warung Nasi Kuning Ma Haji Handil Bakti mengakui sudah 2 tahun menempati ruko yang menjadi warung makannya. Sebelumnya, 10 tahun berada di kawasan Jalan Brigjen H Hasan Basry, Kayutangi dan kawasan Pasar Lama.

Akibat ada proyek pembangunan Jembatan Sei Alalak, Ma Haji mengaku terpaksa pindah lokasi untuk ketiga kalinya.

“Sebelumnya, kami memang buka pagi hari. Entah kenapa, karena banyak pelanggan yang datang pada tengah malam, sampai sekarang akhirnya buka sampai subuh,” tutur Ma Haji.

Ia mengakui ada ratusan bungkus atau piring yang dibuat untuk menu nasi kuningnya. Beruntungnya, semua ludes tak tersisa, karena kebanyakan yang datang merupakan pelanggan tetap, selain pengunjung baru.

BACA JUGA : Dari Baras Kuning hingga Cintaku Sederhana, 40 Tahun Dedikasi Seniman Banua Dino Sirajuddin

“Pernah ada yang datang dari Palangka Raya, Kuala Kapuas dan Pontianak kalau ke Banjarmasin, singgah ke warung kami. Mungkin karena suka dengan masakan, jadi mereka langganan kalau ke Banjarmasin,” cerita Ma Haji.

Menu lauk nasi kuning di Warung Ma Haji Handil Bakti dalam kondisi panas dan hangat saat melayani para pelanggannya. (Foto Iman Satria)

————-

Menurut dia, untuk bahan utama berupa beras kebanyakan dipilih jenis beras unus dengan butir kecil yang pera dari Gambut, Kabupaten Banjar atau Anjir Batola.

“Kalau beras jenis lainnya, rasanya tidak cocok. Makanya, menu pelengkap masak habang itu adalah beras Gambut atau Anjir,” kata Ma Haji.

Hingga akhirnya, berkarung-karung beras varietas lokal yang mahal harganya di pasaran itu disimpan sebagai stok tiap hari.

BACA JUGA : Jaga Rasa Menu Wadai Khas Banjar, Warung Isau Pasayangan Sukses Digandrungi Para Pelanggan

Mengapa harus buka tengah malam? Ma Haji bercerita karena para pemasok terutama lauk seperti ikan haruan dan lainnya biasanya mengirim pada malam hari dari pasar. Alhasil, lauk utama dan beras itu pun dimasak selepas shalat Maghrib hingga Insya.

“Bahkan, warung belum buka, sudah banyak yang antre. Kami tak tahu juga, karena rata-rata mereka yang jadi langganan itu merasa puas dengan menu yang ada,” tutur Ma Haji.

BACA JUGA : Katupat Kandangan Resmi Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia

Jadilah, Warung Nasi Kuning Ma Haji Handil Bakti ini menjadi destinasi kuliner tengah malam yang jadi pilihan bagi warga. Terutama yang suka bergadang, habis olahraga dan lainnya. Ini terlihat, saat karyawan warung ini harus sibuk melayani para pelanggan yang mendatangi dapur tempat menu makanan itu disiapkan.

Soal harga, untuk nasi bungkus dalam kemasan daun pisang dibanderol Rp 13 ribu. Sedangkan, untuk makan di tempat di atas piring, harganya sama tergantung jenis lauk yang diminta para pelanggan. Dari bisnis warung makan tengah mala mini, Ma Haji pun bisa meraih pendapatan jutaan rupiah tiap malam.(jejakrekam)

Pencarian populer:https://jejakrekam com/2023/07/16/berburu-kuliner-tengah-malam-di-warung-nasi-kuning-ma-haji-handil-bakti/,nasi kuning buka 24 jam di jembatan basit,Warung Nasi Kuning Jamaica Singkawang City West Kalimantan
Penulis Iman Satria
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.