Melalui Kolaborasi, Angka Stunting di Kabupaten Banjar Turun  

0

MELALUI kegiatan konvergensi disetiap SKPD, BUMN, BUMD dan forum CSR dari tingkat desa hingga Kabupaten/kota tahun 2022, Kabupaten Banjar berhasil menurunkan prevalensi stunting berdasarkan survei SSG sebesar 26,4 persen.

HAL tersebut disampaikan Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyie yang juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Banjar dihadapan tim penilai 8 aksi konvergensi stunting tahun 2023, di ruang rapat Syahrir YP Bappeda Provinsi Kalsel, Selasa (23/5/2023).

Menurut Habib Idrus, penanganan stunting ini semua pihak perlu bekerjasama dan saling bersinergi dalam mendukung terlaksananya rencana aksi percepatan penurunan stunting di provinsi atau kabupaten, dengan target capaian diangka 14 persen.

BACA : Kabupaten Banjar Gelar Diseminasi Audit Kasus Stunting I

”Oleh karena itu kami menyambut baik dengan dilaksanakannya penilaian kinerja 8 aksi Konvergensi di kabupaten/kota. Untuk mencapai target tersebut tentunya tidaklah mudah dengan waktu tersisa lebih kurang 1 tahun. Tapi kita wajib optimis dengan segala upaya yang ada hingga hal mustahil dapat menjadi mungkin pada tahun 2024 sebesar 14 persen,” ungkapnya.

8 aksi konvergensi stunting yang dipaparkan meliputi analisa situasi, rencana program kegiatan, rembuk stunting, perbub tentang peran desa, pembinaan kader pembangunan manusia, sistem manajemen data stunting, pengukuran dan publikasi serta review kinerja tahunan.

Diketahui, bersama prevalensi stunting yang terbilang cukup tinggi di Kabupaten Banjar tahun 2021 mencapai angka 40,2 persen, menjadi salah satu tantangan terbesar dalam mewujudkan keluarga berkualitas di Kabupaten Banjar.

BACA JUGA :  Survei SSGI, Angka Stunting Di Kabupaten Banjar Turun

Adapun inovasi yang berdampak signifikan terhadap penurunan stunting di Kabupaten Banjar diantaranya Kepo Centing (Kesehatan Reproduksi Cegah Stunting) salah satunya tentang pemenuhan dan pemantauan tumbuh kembang anak dan alat kontrasepsi.

Probisa MANIS (Program Bantuan Ibu Dhuafa Maju Mandiri Agamis) tentang menciptakan Kabupaten Banjar yang ramah dan layak anak. Serta BAAS (Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting) tentang Pemberdayaan Ekonomi Keluarga dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pangan lokal kaya protein.(jejakrekam)

Penulis Sheilla Farazela
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.