Tertib Lalu Lintas Jadi Materi Pelajaran di Sekolah, Disdik-Satlantas Polresta Banjarmasin Jalin Kerja Sama

0

MATERI pembelajaran tertib lalu lintas akan jadi bahan belajar mengajar di sekolah. Buah dari kerja sama antara Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banjarmasin.

HAL ini dipicu karena banyak pelanggaran lalu lintas, termasuk kasus kecelakaan lalu lintas juga melibatkan para pelajar. Utamanya, mereka yang sebenarnya belum memenuhi kriteria umur di bawah usia 17 tahun atau mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) guna mengendarai kendaraan bermotor.

Padahal, pihak pengelola fasilitas pendidikan juga telah mengeluarkan larangan bagi para siswa khusus SMP untuk naik motor ke sekolah. Aksi kucing-kucingan juga terjadi, ketika para siswa sengaja memarkirkan motornya jauh dari area parkir sekolah. Bahkan, kantong parkir itu justru disediakan warga di sekitar sekolah.

Jadilah, larangan itu tak diindahkan oleh para siswa, terkhusus lagi orangtua yang masih mengizinkan anaknya berangkat ke sekolah naik motor, bukan diantar jemput.

BACA : Usai Libur Panjang Lebaran, Pelajar Banjarmasin Ramai-ramai Kembali Jalani PTM

“Demi membangkitkan kesadaran itu, kami menggandeng Satlantas Polresta Banjarmasin memasukkan pelajar lalu lintas dalam kurikulum pembelajaran di sekolah,” ucap Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Nuryadi kepada jejakrekam.com, Senin (27/2/2023).

Menurut Nuryadi, materi sosialisasi mengenai patuh berlalu lintas sebagai bahan ajar kepada siswa bisa menambah wawasan peserta didik. “Kami bersama Satlantas Polresta Banjarmasin akan mendatangi sekolah-sekolah untuk materi pelajaran tertib berlalu lintas. Ya, bisa masuk dalam sistem kurikulum belajar,” kata Nuryadi.

BACA JUGA : Angkutan Pelajar Ceria Gratis

Rencananya, materi pembelajaran tertib berlalu lintas itu akan dimasukkan ke mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganeraan (PPKn). “Nanti para guru yang akan membuat modul pembelajarannya. Kemudian dilaporkan ke Satlantas Polresta Banjarmasin,” kata mantan Kabid Sekolah Desa (SD) Disdik Kota Banjarmasin.

Nuryadi berpendapat penerapan kurikulum belajar tertib lalu lintas juga bisa menekan angka kecelakaan pada pelajar, meski kasusnya belum signifikan di Banjarmasin. Soal teknis pelaksanaannya, Nuryadi mengatakan apakah nanti pihak polisi lalu lintas (polantas) yang datang ke sekolah-sekolah, sehingga akan disiapkan nota kesepakatan atau perjanjian kerja sama (PKS).

Kesepakatan ini akan diberlakukan di seluruh sekolah di Kota Banjarmasin. Terutama, untuk tingkat SMP dan termasuk perwakilan SMA/SMK.

BACA JUGA : Andalkan Bus Trans Banjarmasin, Ibnu Sina Target Integrasikan Moda Transportasi Sungai

“Materi pembelajaran lalu lintas itu mencakup pengenalan tertib berlalu lintas, aturan lalu lintas, imbauan, serta larangan. Misalkan, guna mengantisipasi itu, para siswa diwajibkan pakai helm naik motor. Kebanyakan siswa yang naik motor itu duduk di kelas 9 SMP, entah apa alasan para orangtua mengizinkan mereka,” tutur Nuryadi.

Menurut dia, Pemkot Banjarmasin melalui Dinas Perhubungan (Dishub) sebenarnya sudah menyediakan angkutan khusus bagi pelajar. “Angkutan pelajar ceria sudah disediakan, titiknya pun sudah diatur di kawasan Mulawarman hingga Sungai Lulut. Jadi, para orangtua sudah bisa mengarah anaknya naik angkutan khusus ini,” tutur Nuryadi.

BACA JUGA : Syarat Masuk SD-SMP di Banjarmasin, Calon Siswa Baru Harus Sudah Vaksinasi Covid-19

Sementara itu, Kepala Satlantas Polresta Banjarmasin, Kompol M Noor Chaidir juga mengingatkan agar para orangtua benar-benar memperhatikan anaknya, sehingga tidak dibiarkan mengendarai motor sendiri.

“Para orangtua harus lebih memperketak pengawasan. Sebab, kebanyakan anak-anak sekolah (SMP hingga SMA/SMK) belum memiliki SIM,” kata M Noor Chaidir.(jejakrekam)

Penulis Fery Oktavian
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.