Sehari Bikin 1.200 Pundut Nasi, Warung Penganan Khas Banjar di Handil Bakti Buka 24 Jam

0

EKSISTENSI penangan khas Banjar seperti pundut nasi dan babongko mendapat tempat di hati para penikmatnya. Hal ini dirasakan pengelola Warung Breakfast Pundut Nasi di Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Barito Utara, Kalimantan Selatan.

WARUNG sederhana yang berada di tepi jalan penghubung Banjarmasin ke Kuala Kapuas-Palangka Raya dan Marabahan, Batola ini hadir 24 jam. Lokasinya berdekatan dengan Terminal Handil Bakti, membuat warung ini hampir saban malam diserbu para pemburu kuliner khas Banjar.

Demi memenuhi kebutuhan para pelanggannya, dalam sehari 1.200 bungkus pundut nasi. Termasuk, babongko dibuat dalam tiga ‘dandang’ kukus, sehingga pundut nasi dihasilkan bisa hangat dan enak dinikmati.

“Dalam sehari, rata-rata kami membuat 1.200 pundut nasi. Baik, pundut nasi biasa maupun pundut nasi dengan isian telur bebek (itik),” ucap Mama Puspa, pembuat pundut nasi di Warung Pundut Nasi Handil Bakti kepada jejakrekam.com, Kamis (19/1/2023) malam.

BACA : Dikemas dengan Apik, Punya Kekhasan Uyah Wadi Banua Kini Sudah Tembus Marketplace

Pundut nasi merupakan penganan tradisional khas Banjar. Pundut dalam bahasa Banjar berarti bungkus, karena nasi yang dimasak dengan cara dikukus dan diberi santan kental ini memang dikemas menggunakan daun pisang. Sebagai pelengkap rasa, pundut nasi diberi bumbu merah masak habang.

Pundut nasi yang dijual di warung ini, ukuran lebih besar dibanding produk sejenis di pasaran Banjarmasin dan sekitarnya. Tak mengherankan jika harganya lebih mahal, karena biasanya pundut nasi hanya dijual Rp 2.000 hingga Rp 4.000 per bungkus.

BACA JUGA : Berbungkus Daun Pisang, Kue Apam Banjar Lebih Lezat Dinikmati Selagi Hangat

“Untuk pundut nasi biasa seharga Rp 8 ribu. Sedangkan, ada isian telur itik di dalamnya seharga Rp 12 ribu. Harganya sedikit mahal, karena harga beras juga naik,” kata Mama Puspa.

Sebagai pembuat pundut nasi di warung milik Kharil Anwar, Mama Puspa mengungkapkan dibutuhkan sedikitnya 3 blek beras jenis Usang Anjir (varietas beras lokal Banjar), termasuk ratusan butir kelapa serta daun pisang sebagai pembungkus.

BACA JUGA : Suguhkan Penganan Khas Banjar, Kuliner Wasaka Mamawarung Baimbai Dibuka Sekda Banjarmasin

Untuk diketahui, satu blek dalam ukuran tradisional Banjar, Kalsel itu setara dengan 20 liter atau 10 kilogram. Ini berarti, saban hari ada 30 kilogram beras sebagai bahan utama pembuatan pundut nasi.

Karena buka 24 jam dengan pembagian shift karyawan, warung Pundut Nasi Handil Bakti ini terbilang laris. Sebab, keberadaan warung ini sempat viral di media sosial (medsos) Banjarmasin beberapa waktu lalu.

“Ya, dalam sehari ada pelanggan yang beli 70 hingga ratusan bungkus pundut nasi untuk keperluan hajatan. Sebagian lagi, ada yang membeli untuk dijual kembali di warung-warung lainnya,” kata Mama Puspa.

BACA JUGA : Lamang Kandangan nan Gurih, Penganan Khas HSS yang Wajib Dibeli Jadi Oleh-Oleh

Buka usaha sudah setahun yang lalu, Mama Puspa mengakui omzet penjualan dalam sehari mencapai jutaan rupiah setiap hari. Dengan penghasilan itu, bisa menggaji beberapa karyawan yang bekerja di warung sederhana ini.

“Ya, buka 24 jam. Tapi biasanya tutup di malam Senin atau hari Senin, karena capek,” ucap Mama Puspa.

Menurut dia, dengan hadirnya pundut nasi sebagai menu utama bisa mengangkat pamor penganan tradisional khas Banjar di tengah serbuan aneka kuliner dari luar.(jejakrekam)

Penulis Fery Oktavian
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.