Berbiaya Rp 6,9 Miliar, Gedung Baru BPBD Banjarmasin Ditargetkan Jadi Pusdalops Bencana Kota

0

DIBANGUN dengan menelan dana Rp 6,9 miliar lebih dari pagu anggaran Rp 7,5 miliar bersumber dari APBD 2022, gedung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin diresmikan oleh Walikota Ibnu Sina, Jumat (20/1/2023).

GEDUNG baru berarsitektur Banjar di Jalan RE Martadinata, Balai Kota Banjarmasin digarap CV Gheniya asal Banjarbaru, usai memenangkan lelang terbuka pada Februari 2022 lalu.

Hadirnya gedung representatif BPBD Kota Banjarmasin, Walikota Ibnu Sina berharap instansi ini bisa menjadi pusat kendali dalam penanganan bencana yang terjadi di kota.

“Gedung baru ini bisa mendukung segala keperluan dan memfasilitasi kebutuhan BPBD dalam menanggulangi bencana di Kota Banjarmasin,” kata mantan anggota DPRD Kalsel ini.

BACA : Jadi Acuan Masterplan Atasi Banjir, BPBD Banjarmasin Bikin Riset Dasar Kebencanaan

Menurut Ibnu Sina, gedung baru yang telah dimiliki BPBD Kota Banjarmasin juga bisa memuluskan permintaan bantuan pendanaan pemeliharaan dari pemerintah pusat. Sebab, persyaratannya adalah memiliki gedung sendiri.

Ibnu Sina menegaskan agar kinerja BPBD Banjarmasin jauh lebih respons lagi dan bergerak cepat dalam memenuhi permintaan masyarakat untuk pertolongan atau penanganan kebencanaan.

“Masyarakat harus merasa nyaman dan terlayani. Ini bentuk kehadiran pemerintah kota dalam setiap bencana yang terjadi di tengah masyarakat,” tutur Ibnu Sina.

BACA JUGA : Siaga Banjir Rob Susulan, BPBD Banjarmasin Dapat Jatah Dana Tambahan Rp 500 Juta

Untuk itu, Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel ini menekankan agar fungsi utama BPBD bisa menjadi pusat kendali operasi (pusdalops) terhadap bencana yang terjadi di wilayah Banjarmasin dengan bekerjasama stakeholder lainnya.

“Kami minta agar BPBD Banjarmasin juga berkolaborasi dengan seluruh potensi dan sumber daya emergensi serta pertolongan yang ada di kota ini,” tegas Ibnu Sina.

BACA JUGA : Waspada Cuaca Ekstrem Landa Banjarmasin, 5 Pohon Tumbang Diterjang Angin di Cempaka Raya

Dia tak memungkiri personel atau sumber daya manusia (SDM) di BPBD Banjarmasin masih terbilang terbatas, sehingga dalam kerja layanan kepada masyarakat bisa menggandeng semua pihak yang terlibat dalam penanganan dan penanggulangan bencana.

Beberapa laporan masyarakat seperti bencana angin, kebakaran, sarang lebah hingga binatang buas seperti ular, ditegaskan Ibnu Sina bisa menjadi atensi dari BPBD Banjarmasin. Terutama, tim rescue yang telah dibentuk di instansi di bawah kendali Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin itu.(jejakrekam)

Penulis Fery Oktavian
Editor Ipik Gandamana

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.