Sempat Tertipu Uang Palsu, Menggantungkan Rezeki Dari Jasa Penukaran Uang Sobek

0

RAMAI dibutuhkan saat jelang perayaan Idul Fitri atau lebaran, ternyata pekerjaan jasa penukaran uang justru digeluti sejumlah warga Banjarmasin sebagai mata pencaharian.

PEMANDANGAN ini cukup kontras terlihat di ruas Jalan Lambung Mangkurat, dan Jalan Hasanuddin HM, jantung Kota Banjarmasin. Sedikitnya, ada sekitar 5 hingga 6 orang yang memarkirkan motornya di tepi jalan berharap para pengguna jalan tertarik untuk menukarkan uang.

Bermodal sepeda motor dan poster penanda adanya jasa tukar uang sobek, mata uang asing dan lainnya, cukup familiar bagi warga urban. Fuad (40 tahun), misalkan mengaku sudah menggeluti pekerjaan jasa penukaran uang hampir 18 tahun lamanya.

“Kami membantu warga yang punya sobek atau uang keluaran lama untuk ditukar dengan uang baru. Termasuk, mata uang asing yang bisa ditukar dengan Rupiah,” ucap Fuad kepada jejakrekam.com, Kamis (19/1/2023).

BACA : Vakum 2 Tahun, KPwBI Kalsel Kembali Sebar 198 Titik Layanan Penukaran Uang

Menurut dia, dari jasanya itu, hanya mengutip 10 hingga 20 persen dari uang yang ditukarkan tergantung kondisi. Jika sobek atau mengalami kerusakan cukup parah, Fuad pun meminta ongkos penukaran uang 20 persen dari nilai uang yang ditukarkan.

“Misalkan pecahan uang Rp 100 ribu, saya tukar dengan uang berjumlah Rp 90 ribu. Jika sobek atau rusak parah, ya harganya turun jadi Rp 80 ribu,” kata Fuad.

Menurut dia, permintaan penukaran uang lama dengan uang baru cetakan dari Bank Indonesia (BI) cukup tinggi, tak hanya jelang lebaran. “Saat bulan Maulid Nabi SAW juga cukup tinggi permintaan. Biasanya, warga menukar uang pecahan besar dengan pecahan Rp 5 ribu atau Rp 2 ribu, mungkin untuk berbagi saat acara,” tutur Fuad.

BACA JUGA : Dari Usaha Penukaran Uang Baru, Bisa Raup Untung Ratusan hingga Jutaan Rupiah

Lain lagi dengan cerita Dian (58 tahun). Rekan Fuad ini mengaku sempat tertipu gara-gara uang yang ditukarkan warga itu ternyata adalah uang palsu.

Dirinya baru mengetahui hal itu, ketika menukarkan uang ke Kantor Wilayah Perwakilan Bank Indonesia, Jalan Lambung Mangkurat, tak jauh dari lokasi jasa penukaran uang yang dilakoninya.

“Niat kami sebenarnya membantu warga yang punya uang edisi lama, sobek atau rusak agar bisa dipergunakan dengan diganti uang baru. Kalau soal keuntungan, itu hanya jasa penukaran uang,” tutur Dian.

BACA JUGA : Sehari Bisa Habiskan Penukaran Uang Baru Rp 15 Juta

Dia mengaku cukup rutin menukarkan uang cetakan baru, termasuk edisi baru yang dikeluarkan BI. Bahkan, modalnya cukup banyak mencapai jutaan Rupiah.

“Kalau bicara lumayan, tidak juga. Yang penting, saat menukarkan uang itu sama-sama ikhlas, itu yang kami dapat dari rezeki dalam jasa ini,” kata Dian.(jejakrekam)

Penulis Faisal
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.