Harga STB Melambung, Seiring Meningkatnya Permintaan Dan Berhentinya Siaran Analog

0

PENERAPAN program analog switch off (ASO), yaitu penghentian siaran analog dan beralih ke siaran digital, telah dilakukan secara bertahap sejak tahun lalu.

MASYARAKAT yang sedianya menikmati tayangan televisi yang belum dilengkapi fasilitas digital, dapat menyaksikan tayangan digital dengan menambahkan perangkat televisinya dengan set top box (STB).

Tak terkecuali dengan Kota Banjarmasin, kebutuhan akan tersedianya STB semakin meningkat. Seperti yang diterlusuri di berbagai toko elektronik di kawasan Pasar Cempaka Banjarmasin, di setiap toko elektronik dapat ditemukan STB dengan berbagai merek dan keunggulan.

BACA: 27 Desember 2022, Siaran TV Analog Banjarmasin Dimatikan, Warga Siap-Siap Beli STB

Seperti yang disebutkan Yadi karyawan toko elektronik HM. Dia menyebut, sejak tahun lalu sudah banyak pelanggan yang membeli STB. “Kami menjual satuan dan grosir, karena ada pembeli yang berniat untuk dijual kembali,” ucap Yadi, Jumat (6/1/2023).

“Untuk harga bervariasi, tergantung merk dan tipe. Kami menjual dari kisaran harga Rp 200 ribu hingga harga Rp 250 ribu,” ujarnya.

“Merk Luby dan Tanaka yang kisaran harganya Rp 250 ribu, karena barangnya memang bagus dan banyak dicari pembeli. Sebelumnya berada di kisaran harga Rp 175 ribu, kenaikan terjadi dalam beberapa bulan ini,” bebernya.

“Omset penjualan di tempat kami ada kenaikan hingga 50 persen, setelah penyampaian dari pemerintah bahwa penerapan program analog switch off (Aso) bertransformasi ke siaran digital, beberapa waktu yang lalu,” kata Yadi.

BACA JUGA: Bagi Ribuan STB, Diagendakan Siaran TV Analog di Banjarmasin Dihentikan pada 9 Januari 2023

Untuk mendapatkan STB tidak teralu sulit, namun harga yang semakin tinggi akibat tingginya permintaan pasar sedikit menjadi keluhan. Seperti yang diungkapkan M Nasir warga Banjarmasin, yang sedang melihat-lihat STB di Pasar Cempaka.

“Rencananya saya mau membeli STB untuk dipasang di rumah. Tapi masih melihat-lihat dulu, karena harganya terlalu mahal. Harapan kami harganya bisa kurang dari Rp 200 ribu per unitnya, sehingga orang seperti kami ini dapat juga menikmati siara digital,” ucap M Nasir.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.