Pindah dari Marabahan, Anggota DPR Rifqinizamy Lontarkan Wacana Handil Bakti-Alalak Jadi Ibukota Batola

0

ANGGOTA Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda melontarkan wacana memindahkan ibukota Kabupaten Barito Kuala (Batola) dari Marabahan ke Handil Bakti (Kecamatan Alalak).

DALAM akun Instagram (IG) bang.rifki.mrk, politisi muda banteng ini mengunggah video pendek berdurasi 1.30 detik, mengungkapkan jika Handil Bakti di Kecamatan Alalak sangat layak untuk menjadi ibukota masa depan Kabupaten Batola.

“Ulun (saya) merasa Kecamatan Alalak ini punya karateristik khusu , biar kecamatan , tapi karakteristiknya perkotaan,” kata Rifqinizamy, dalam video resesnya di hadapan konstituen dikutip jejakrekam.com, Rabu (4/1/2023).

Mantan dosen Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini menegaskan tanpa mengurangi rasa hormat dengan eksistensi Marabahan sebagai ibukota Kabupaten Batola, justru suatu hari sudah harus pindah pusat pemerintahan dan perkotaan ke Kecamatan Alalak, persisnya di kawasan Handil Bakti.

BACA : Dianggarkan Rp 27 Miliar oleh Kementerian PUPR, Sungai Handil Bakti Segera Dikeruk

 “Itu mimpi kita, kenapa? Karena, kalau kita ketahui, pusat pembangunan itu (ada) di Alalak. Maka, kita tidak akan terlalu sulit untuk membuat perkotaan yang metropolitan yang satu napas. Jadi, tidak lagi jomplang dengan Kota Banjarbaru dan Banjarmasin,” tegas Rifqi, sapaan akrabnya.

Sebagai bentuk keseriusan untuk menawarkan kecamatan Alalak di Handil Bakti sebagai ibukota Kabupaten Batola ke depan, sudah digandeng sejumlah arsitek guna menyusun rencana rancang bangun atau desainnya.

BACA JUGA : Daripada Pindah Ibukota Kalsel ke Banjarbaru, Pakar Kota ULM : Lebih Baik Bangun Kota Satelit!

“Alalak merupakan masa depan Batola sekaligus sebagai matropolitan Banjarbakula,” ucap Presidium KAHMI ini.

Menurut Rifqi, simpang empat atau perjumpaan ruas Jalan Trans Kalimantan (arah Anjir Kapuas), Mandastana-Marabahan serta kawasan Jalan Gubernur Syarkawi  bisa dibangun bundaran besar, laiknya Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta.

“Jadi, kawasan itu menjadi etalase bagi orang yang masuk dari arah Kalteng dan Kalbar ke Kalsel, khususnya Batola. Kita harus bangun kebanggan, suatu hari ketika orang masuk ke Kalsel, tentu daerahnya berbeda dengan (provinsi) Kalimantan lainnya,” tutur Rifqi.

BACA JUGA : Berawal dari Agenda Murdjani, Rekam Sejarah Banjarbaru Disiapkan Jadi Ibukota Kalsel

Dengan dibangunnya Bundaran Handil Bakti, Rifqi pun mengusulkan bisa dilanjutkan dengan membangun kompleks perkantoran Pemkab Batola di Handil Bakti. Lokasi yang dilirik oleh Rifqi adalah kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, berdekatan dengan kampus Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB).

BACA JUGA : Anggota DPR Rifqinizamy Usul Dua Tokoh Pengganti Nama Jembatan Sei Alalak

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDIP, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda. (Foto Parlementaria)

“Di kawasan itu bisa dibangun perkantoran megah untuk Kantor Bupati Batola sebagai pusat pemerintahan daerah,” ucap Rifqi, disambut riuh tepuk tangan para hadirin dalam video pendeknya itu.

BACA JUGA : Kondisi Pasar Handil Bakti Dikeluhkan, Wabup Batola : Fasilitas akan Segera Dilengkapi

Dikutip dari data Rencana Detail Tata Ruang (RTDR) Kawasan Pertumbuhan Cepat Handil Bakti, Pemkab Batola 2007 disebutkan bahwa luas Kecamatan Alalak terdiri dari 18 desa/kelurahan mencapai 94,39 kilometer per segi (km2) atau 3,97 persen dari luas Kabupaten Batola.

Kecamatan Alalak terdiri dari tiga kelurahan; Berangas, Berangas Barat, dan Handil Bakti serta 15 desa; Belandean, Belandean Muara, Berangas Timur, Beringin, Panca Karya, Pulau Alalak, Pulau Sewangi, Pulau Sugara, Semangat Bakti, Semangat Dalam, Semangat Karya, Sungai Lumbah, Sungai Pitung, Tanjung Harapan dan Tatah Mesjid.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.