Andalkan Bus Trans Banjarmasin, Ibnu Sina Target Integrasikan Moda Transportasi Sungai

0

WALIKOTA Ibnu Sina membeberkan sejumlah keberhasilan dalam mendongkrak laju pembangunan di Kota Banjarmasin pada 2022.

FAKTA ini diungkap Walikota Ibnu Sina dalam acara Badapatan Menyambung Silaturahim (Bamara) bertema Refleksi Akhir Tahun 2022, Proyeksi Tahun 2022 di Rumah Anno 1925, Banjarmasin, Rabu (7/12/2022) malam.

Acara Bamara dihelat Diskominfo Kota Banjarmasin dipandu akademisi FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dihadiri Wakil Walikota Arifin Noro dan Sekda Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman serta jajaran pejabat, tokoh masyarakat dan sejumlah akademisi.

Mendapat berbagai pertanyaan dalam diskusi itu, Walikota Ibnu Sina menjawab jika Kota Banjarmasin sudah berbenah dalam dua tahun kepemimpiannya di periode kedua.

BACA : Pemkot Banjarmasin Luncurkan Program Bus Trans Banjarmasin

“Pembenahan selama dua tahun ini menyangkut transportasi darat. Banyak masyarakat yang mengeluh soal angkot atau taksi kuning. Makanya, minibus mikrolet diganti dengan bus trans Banjarmasin,” beber Ibnu Sina.

Mantan anggota DPRD Kalsel ini mengungkapkan program penyediaan moda transportasi publik oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin lebih terintegrasi dengan hadirnya bus trans.

BACA JUGA : Moda Transportasi Sungai Kian Menepi, Kejayaan Dermaga Pasar Baru-Ujung Murung Kini Tinggal Cerita

“Pada periode 2017-2019, telah diluncurkan layanan bus trans Banjarmasin untuk koridor 1; Terminal Km 6 dan Terminal Sentra Antasari dilanjutkan pada koridor 2; Terminal Sentra Antasari ke (Jalan Brigjen H Hasan Basry) Kayutangi. Soal ongkos, kami gratiskan. Terbukti terjadi peningkatan jumlah penumpang mencapai 12 ribu lebih,” kata Ibnu Sina.

Diakuinya, akibat pandemi Covid-19, sejatinya pada 2020 lalu di-launching koridor 3 layanan bus trans Banjarmasin dengan rute; Terminal Antasari-Jembatan Antasan Bromo, Mantuil.

BACA JUGA : Kembangkan Moda Transportasi Sungai Dan UMKM, Walikota Ibnu Sina Ingin Kapal Pesiar Masuk Banjarmasin

“Saat ini, koridor 3 sudah berjalan. Semoga ke depan, layanan moda transportasi publik bus trans Banjarmasin diintegrasikan dengan bus tayo atau trans Banjarbakula. Terbukti, layanan bus ini untuk moda transportasi darat sudah bagus,” urainya.

Apakah bus trans Banjarmasin juga akan diintegrasikan dengan moda transportasi sungai yang ada? Ibnu Sina memastikan hal itu. Sebab, dengan potensi sungai di Banjarmasin bisa didorong untuk memenuhi tiga prioritas fungsi; sarana wisata, transportasi dan pengendali banjir.

BACA JUGA : Sepakat dengan Kalteng, Alur Transportasi Sungai Anjir Serapat Dioptimalkan Lagi

“Saat ini, tiga fungsi sungai di Banjarmasin telah menjadi prioritas. Dari ketiga fungsi itu telah dilaksanakan Pemkot Banjarmasin. Insya Allah, dalam dua tahun kepemimpinan saya bersama Pak Ariffin Noor akan dituntaskan,” tegas Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel ini.

Menurut dia, konsep integrasi moda transportasi darat dengan sungai itu harus ditunjang adanya dermaga (jetty) yang tengah digarap pemerintah kota. Termasuk, modifikasi untuk mengubahnya menjadi kapal penyeberangan (feri).

BACA JUGA : Atasi Macet, Banjarmasin Perlu Hidupkan Transportasi Sungai

“Konsep dan desainnya sudah ada. Ya, kitab oleh bermimpi Banjarmasin ke depan bisa disinggahi kapal pesiar. Saat ini saya konsep kelotok wisata susur sungai sudah diubah menjadi kelotok Banjar Bungas,” paparnya.

Dari hasil riset, Ibnu Sina mengakui kantong kemacetan yang ada di Banjarmasin pada pagi dan sore hari ada di wilayah perbatasan kota. Yakni, Handil Bakti dengan wilayah Kabupaten Batola dan Sungai Lulut dengan Kabupaten Banjar.

BACA JUGA : 14 TPS Sudah Ditutup, DLH Banjarmasin Segera Pasang CCTV Jaring Pelanggar Bandel Pembuang Sampah  

“Makanya, kami akan buat semacam shelter untuk area parkir sepeda motor, sehingga ketika masuk ke Kota Banjarmasin untuk bekerja bisa menaikki kelotok. Atau, kelotoknya kita desain untuk memuat sepeda motor, tentu butuh lebih besar dimensinya,” kata Ibnu Sina.

Mengenai penanganan sampah, Ibnu Sina mengklaim telah bisa ditanggulangi dengan cara menutup tempat pembuangan sampah sementara (TPS) sebanyak 34 TPS. “Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga telah meluncurkan program surung sintak untuk penanganan sampah di Banjarmasin,” imbuh Ibnu Sina.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.