Usir Kucing Tak Buang Hajat Sembarangan, Kini Warga Banjarmasin Ramai-Ramai Taruh Botol Merah

1

ADA kebiasaan baru di tengah warga Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Gara-gara informasi soal botol berisi cairan merah diyakini mujarab bisa mengusir kucing liar agar tak pipis dan berak sembarangan.

WALHASIL, botol bekas minuman air mineral yang telah diisi cairan warna merah itu ditaruh di depan pagar, teras hingga tepi jalan agar menakuti kucing tak lagi buang hajat sembarangan.

Bau pesing dan feses (tinja) yang dikeluarkan kucing, khususnya kucing liar ini dianggap mengotori lingkungan dan sangat mengganggu warga. Ternyata, informasi untuk menempatkan botol berisi cairan merah itu didapat secara berantai dari mulut ke mulut, termasuk berasal dari media sosial.

BACA : Diduga Ditularkan Kucing, Giliran 4 Siswa SDN Kelayan Selatan 1 Terserang Skabies

Entah itu, hanya mitos atau fakta. Namun, warga tetap berkeyakinan justru kehadiran botol-botol berisi cairan merah itu cukup efektif ‘mengusir’ kucing agar tak buang kotoran dan kencing sembarang tempat.

Pemandangan ini terlihat salah satunya di kawasan pemukiman penduduk di Gang Hasanuddin, Jalan Pekapuran Baru dan Gang Karya, Jalan Kuin Selatan.

Kondisi botol-botol berisi cairan merah ditaruh warga di depan jalan Gang Karya, Jalan Kuin Selatan. (Foto Sirajuddin)

“Awalnya, kami bingung bagaimana mengatasi agar kucing tak sembarangan berak dan kencing. Selain bau menyengat juga mengotori jalan dan pekarangan rumah,” ucap Hafiz Anshari, warga Gang Hasanuddin, Jalan Pekapuran B Laut, Kelurahan Pekapuran Laut, Banjarmasin Tengah kepada jejakrekam.com, Rabu (7/12/2022).

BACA JUGA : Heboh Temuan Bangkai Kucing di Banjarmasin, Diduga Dilakukan Psikopat

Dengan menempatkan botol berisi cairan merah di sudut-sudut yang dipercaya jadi ‘jamban’ kucing itu, Hafiz mengatakan cukup efektif karena hewan yang bernama ilmiah felis catus itu, ternyata tak berani lagi berak dan kencing sembarangan.

“Saya juga tak tahu apa hubungannya, karena kata orangtua begitu. Agar kucing tidak lagi kencing sembarangan dan kotoran ada di mana-mana, maka ditaruh botol berisi cairan merah di depan rumah atau pagar,” kata Hafiz.

BACA JUGA : Terdampak Banjir, Puluhan Kucing Alami Stres dan Sakit-Sakit

Karena dianggap terbukti, Hafiz pun mengikuti ‘kebiasaan baru’ itu. Dia bercerita mitosnya adalah kucing takut dengan air berwarna merah, sehingga seperti menghindari ‘area teritori’ kekuasaan milik hewan lain.

“Sudah setahun lalu, kami sudah menaruh botol-botol berisi cairan merah. Ternyata, terbukti kucing tak lagi berani buang hajat dan kencing sembarangan,” tutur Hafiz.

BACA JUGA : Terdampak Banjir, Puluhan Ekor Kucing di Kalsel Dievakuasi ke Pengungsian Animal Care

Hal serupa juga dilakoni Muhammad Nasir. Warga Gang Karya (Kampung Angur) di Kelurahan Kuin Selatan, Banjarmasin Barat ini mengikuti ‘tradisi’ kebanyakan orang dengan pasang ‘jimat’ botol-botol merah itu.

“Sekarang, dalam gang ini sudah jarang tercium bau pesing atau menyengat dari kotoran kucing. Sebab, baunya memang mengganggu,” kata Nasir.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Ipik Gandamana
1 Komentar
  1. Sas berkata

    Air merah air apa itu bisa bantu saya
    Terima kasih
    Karena d kebun halaman rumah sy suka kucing liar buang hajat

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.