Keberadaan Pagar Bambu Disorot Warga, Kampung Ketupat Sungai Baru Bisa Jadi Ruang Tertutup Hijau

0

USAI tugu ikon atau landmark berbentuk sculpture ketupat di Kawasan Wisata Mandiri (KWM) Kampung Ketupat, Sungai Baru, roboh usai diterjang angin kencang pada Jumat (17/11/2022), kini warga tengah menyorot soal pagar bambu.

PAGAR bambu itu mengelilingi area yang menjadi Kawasan Wisata Mandiri (KWM) Kampung Ketupat Sungai Baru yang dikerjasamakan Pemkot Banjarmasin dengan PT Juru Supervisi Indonesia (Juri.id).

“Memang usai kejadian bagian tugu Ketupat itu ambruk akibat angin kencang, tak terlihat lagi aktivitas pekerjana di kawasan itu,” cerita Rokayah, warga Sungai Baru kepada jejakrekam.com, Senin (21/11/2022).

Dia bercerita beberapa ornamen tiang baja ringan dan bambu sudah dibersihkan dan dipindahkan ke lokasi lain. Sebagian lagi telah ditutup dengan terpal.

BACA : Peresmian KWM Kampung Ketupat Terpaksa Ditunda, Walikota Ibnu Sina : Duit Rp 6 Miliar Itu Dari Investor!

“Sebenarnya kami keberatan dengan adanya pagar bambu yang mengelilingi kawasan itu. Jadi, kami tak bisa bebas lagi menikmati siring serta pemandangan Sungai Martapura,” ucap Rokayah.

Sementara itu, pakar kota Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Akbar Rahman menilai pemagaran KWM Kampung Ketupat Sungai Baru di atas lahan seluas 7.000 meter persegi (m2) itu sama saja memberi sekat kepada waraga.

BACA JUGA : Diterjang Angin Kencang, Tugu Ikon Kampung Ketupat Sungai Baru Berstruktur Baja Ringan Dan Bambu Roboh

“Informasinya, banyak warga Sungai Baru terkejut dengan model desain ruang terbuka hijau seperti itu. Bahkan, kehadiran pagar bambu yang mengelilingi kawasan itu, seolah-olah menciptakan kampung itu seperti terisolir dari KWM Kampung Ketupat,” ucap doktor urban design lulusan Saga University Jepang ini.

BACA JUGA : Gunakan Bambu Apus dan Loksado, Konsep Arsitektur Hijau Diterapkan di Kampung Ketupat Sungai Baru

Menurut Akbar, sepatutnya jika ingin menciptakan kawasan ekonomi produktif, sepatutnya tidak perlu memang pagar pembatas, sehingga kesan ada jarak justru tercipta.

“Informasinya warga juga tidak pernah tahu ternyata konsep KWM Kampung Ketupat Sungai Baru seperti itu. Jadi, kesannya menjadi ruang tertutup hijau, bukan ruang terbuka hijau lagi,” kritik Akbar.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Ipik Gandamana

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.