Catatan Kritis untuk Kota Banjarmasin di 496 Tahun-nya, Mampukah Berbenah?

0

NGOPI (NGobrol Pinggiran Akhir Pekan), sebuah acara diskusi rutin yang digelar media online jejakrekam.com di Studio JREKTV Jl. Mahoni 103, Banjar Indah Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

DIALOG kali ini terkait Peringatan Hari Jadi ke-496 Tahun Kota Banjarmasin. Disesi 01, diangkatlah topik hal ‘Catatan Kritis Kota Banjarmasin di Usia ke 496 tahun dalam menyongsong Usia 5 abad-nya, Mungkinkah Mampu Berbenah’?

Topik ini merupakan pertanyaan besar yang dimunculkan oleh podcast JREKTV. Menghadirkan Pemerhati/Kritikus  Perkotaan  Dr. Ir. Subhan Syarief MT, dipandu Jurnalis Berpengalaman, Muhammad Rasyidi.

BACA JUGA: NGopi jrektv, Banjarmasin Tak Jadi Ibukota Lagi, Pakar: Tuntaskan Kepentingan Politiknya

Obrolan terungkap, ternyata Kota Banjarmasin merupakan sebuah kota yang punya karakter khas sekaligus etnik dan unik.

Juga terungkap ada 2, keunggulan/potensi kompetitif yang dimiliki oleh kota Banjarmasin. Hanya saja sayangnya dalam hal Pembangunan ataupun Penataan Kota-nya hal potensi tersebut belum bisa maksimal dimunculkan. Masalah yang dihadapi Kota Banjarmasin ke depan juga diulas.

Seperti bagaimana hal terkait limpahan air yang senantiasa memunculkan masalah. Kemudian bagaimana juga potensi pasar-pasar sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi kota yang terabaikan.

BACA JUGA: NGopi jrektv,  Nasrullah dan Meldy Urai 77 Tahun Merdeka, Apa Yang Kita Dapatkan?

Kondisi Kota Banjarmasin yang ke depannya bisa saja tak lagi menyandang status sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan juga menjadi perbincangan menarik.

Bagaimana kiat Kota Banjarmasin menyikapi kondisi tersebut, dan kemudian model kepemimpinan seperti apa yang dibutuhkan Kota Banjarmasin juga akan dikupas dalam NGOPI (NGobrol Pinggiran Akhir Pekan) berseri ini.

Untuk lebih jelasnya, bisa disaksikan di chanel jrektv dalam segmen NGOPI (NGobrol Pinggiran Akhir Pekan) Dan nonton sampai habis, jangan lupa SUBSCRIBE, LIKE dan SHARE untuk kemanfaatan ke depannya. Terimakasih. (jejakrekam)

Penulis jrektv

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.