Dikemas dengan Apik, Punya Kekhasan Uyah Wadi Banua Kini Sudah Tembus Marketplace

0

UYAH atau garam merupakan senyawa ionik yang menghasilkan rasa asin, bagi masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan dikenal berbagai jenis.

UYAH wadi, salah satunya. Bumbu perasa ini pun diolah dari hasil fermentasi dari ikan asin yang dibuat secara alami, sehingga dapat bertahan lama.

Nah, uyah wadi ini pun menjadi produk yang dijual di kios Acil Idah, Jalan HKSN, Kuin Utara, Banjarmasin, ternyata cukup laris manis. Walau belum dikemas dengan apik, hanya berbungkus plastik sederhana, toh uyah wadi yang biasanya dipakai untuk bahan rujak (pencok) buah paling banyak dicari.

BACA : Tiga Toko Penjual Garam “Cap Kapal” Dapat Hadiah Umroh

“Uyah wadi ini hasil dari pengendapan dari iwak wadi papuyu. Air garam hasil pengawetan ikan itu kemudian dikumpulkan hingga terbentuk kristal serbuk kecil atau uyah wadi. Kebanyakan uyah wadi ini diproduksi rumahan dari pedagang Pasar Feri Alalak Selatan,” ucap Acil Idah kepada jejakrekam.com, Jumat (7/10/2022).

Menurut dia, uyah wadi termasuk produk penganan yang cukup langka belakangan ini, karena tidak banyak yang bisa mengolahnya. Terbukti, uyah wadi yang dijual di kios Acil Idah tidak terlalu mengeluarkan bau tak sedap, laiknya bau khas ikan asin atau ikan kering.

BACA JUGA : Kelangkaan Garam, Ironi Sebuah Negeri Maratim

“Ke depan, uyah wadi ini akan dikemas dengan baik, sehingga lebih menarik untuk konsumen segera membeli,” ucap Acil Idah.

Uyah wadi ini dibanderol seharga Rp 5.000 per bungkus. Menariknya, Acil Idah juga memproduksi uyah (garam) pencok berbahan garam, cabai rawit, bawang merah dan terasi (acan) yang memiliki rasa yang khas. Untuk uyah pencok dengan kemasan kecil dijual seharga Rp 3.000 per buah. Sementara, uyah pencok dalam ukuran besar dipatok seharga Rp 10.000.

BACA JUGA : Kalsel Perlu Petakan Potensi Daerah Penghasil Garam

“Untuk uyah wadi ini supaya lebih awet, sebaiknya disimpan di dalam lemari es. Berbeda dengan garam biasa, karena uyah wadi ini memiliki bau yang khas, seperti bau ikan asin serta berwarna abu-abu dan kecoklatan,” tutur Acil Idah.

BACA JUGA : Harga Garam Kalsel Tergantung Pasokan Jawa Timur

Menurut dia, uyah wadi pun kini jadi salah satu produk yang ditawarkan sejumlah pengrajin untuk bisa menembus pasar internasional. Seperti ditawarkan ke Korea Selatan.

“Kabarnya begitu, ada beberapa pengrajin sudah membuat uyah wadi dalam kemasan yang bagus untuk keperluan ekspor,” tuturnya.

BACA JUGA : Air Hangat Garam Mampu Efektif Buang Toksin Tubuh

Menariknya, uyah wadi pun kini sudah masuk dalam list produk yang dijual e-marketplace (pasar daring) seperti di Shopee dibanderol seharga Rp 13 ribu untuk botol uyah wadi Banua (Banjarmasin).

Begitupula, di Tokopedia turut menjajal uyah wadi kering sebagai produk tradisional khas Kalimantan Selatan seharga Rp 20 ribu per wadah untuk dibeli para customer.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.