Bangun 6 Tower SUTT 150kV di Selat Sebuku, PLN Terapkan Prosedur Pengamanan dan Keselamatan Ketat

0

PEMBANGUNAN saluran udara tegang tinggi (SUTT) 150 kiloVolt (kV) Selaru-Sebuku terus digenjot Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan yang ketat.

TINGKAT kemajuan (progress) tiap pekan pun terus dipantau guna menghadirkan sistem kelistrikan andal di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

“Sistem kelistrikan yang dibangun PLN di Kabupaten Kotabaru demi meningkatkan pertumbuhan pembangunan daerah dan perekonomian masyarakat, terutama kebutuhan konsumsi listrik,” ucap Manager Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 4 (UPP KLT 4), Haris Nasution dalam keterangannya, Kamis (15/9/2022).

Menurut Haris, jalur SUTT 150kV Selaru-Sebuku memiliki keistimewaan, karena terdapat 6 tower (T.82-T.87) yang berdiri di atasa perairan Selat Sebuku. “Ini tentu tantangan cukup besar bagi PLN untuk membangunnya. Tim pelaksana lapangan harus menghadapi fenomena pasang surut air laut, cuaca hingga badai,” ucap Haris.

BACA : PLN Sudah Bebaskan 100 Persen Jalur ROW SUTT 150 Kv Selaru-Sebuku

Demi menjamin keselamatan para pekerja, Haris mengatakan PLN juga telah merumuskan langkah-langkah mitigasi karena pembangunan tower itu langsung di atas perairan Selat Sebuku, Kotabaru.

Haris menjelaskan setiap pekerjaan dilaksanakan sebelumnya, para pekerja harus memiliki izin kerja dengan lampiran job safety analysis (JSA) dan identifikasi bahaya penilaian dan pengendalian Risiko (IBPPR) yang berfungsi untuk menilai risiko dan bahaya yang ada pada pekerja.

“Selain itu, kami juga melakukan safety briefing setiap sebelum memulai pekerjaan adalah sebuah keharusan. Ini bertujuan untuk mengingatkan kembali bahaya-bahaya dan prosedur pekerjaan agar pekerja dapat selamat dan terhindar dari kecelakaan kerja,” tuturnya.

BACA JUGA : Target Rampung 2022, Pemkab Kotabaru Apresiasi PLN Bangun SUTT 150 kV Selaru-Sebuku

Haris menjelaskan 6 tower spesial ini dibangun juga memenuhi beberapa prosedur approval untuk perencanaannya. Seperti desain tower yang meliputi tipe tower dan tinggi tower.
“Karena berada di atas perairan, tinggi tower juga diperhatikan agar tidak mengganggu aktivitas pelayaran,” katanya.

Dia menyebut ketinggian tower bervariasi pada 6 tower tersebut memiliki tinggi sekitar 35 meter hingga 50 meter.  Masih menurut Haris, dengan medan yang berbeda seperti biasanya, PLN selalu mengingatkan kepada para pekerja untuk selalu mengunakan alat pelindung diri (APD) dengan lengkap dan benar. Ini agar tetap aman selama pekerjaan pembangunan tower berlangsung.

BACA JUGA : Fokus Pembangunan SUTT 150 kV Selaru Sebuku, PLN Bangun 6 Pondasi Tower di Selat Sebuku

APD yang wajib digunakan di antaranya, helm, sepatu safety, sarung tangan, safety google, pelampung dan full body harness untuk pekerjaan di ketinggian. Ketika pekerjaan sedang berlangsung, rambu peringatan K3, alat pemadam api ringan (APAR) dan perlengkapan P3K telah terpasang pada kerja tersebut.

“Petugas akan mengawasi kondisi pasang surut air laut dan cuaca di lapangan agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan aman. Petugas juga akan memastikan pekerjaan aman bagi masyarakat sekitar yang melintas di sekitar tower,” beber Haris.

Dia mengakui pengerjaan tower SUTT 150kV Selaru-Sebuku yang berada di perairan Selat Sebuku juga memperhatikan aspek lingkungan. Haris mengatakan bekas potongan pancang tidak akan dibuang ke laut dan akan dibuang di area darat.

BACA JUGA : Masyarakat Desa Selaru Dukung Pembangunan SUTT 150 kV Selaru – Sebuku Selesai Tepat Waktu

“Sampah dari aktivitas pekerjaan tower juga akan dikumpulkan dan tidak dibuang di laut. Jika nanti tower sudah berdiri, akan dilengkapi dengan anticlimbing dan danger plate (peringatan bahaya tegangan tinggi),” tuturnya.

Kata Haris, walau berada di perairan Selat Sebuku tetap melarang orang yang tidak berkepentingan untuk memanjat tower dikarenakan adanya potensi terjatuh dari ketinggian atau tesetrum jika SUTT 150 kV telah beroperasi,.

“Saat ini, pekerjaan pembangunan SUTT 150kV Selaru – Sebuku telah mencapai progres 80,30 persen dan ditargetkan dapat rampung pada akhir tahun ini ,” ungkap Haris.

BACA JUGA : Topang Kawasan Industri SILO di Kotabaru, PLN Bangun SUTT 150Kv Selaru-Sebuku

Dia mengungkapkan fokus saat ini yaitu menyelesaikan pembangunan 6 tower spesial di Selat Sebuku. “Pekerjaan pondasi dilaksanakan dengan cepat tetapi dengan memperhatikan keamanan, ketepatan dan kesesuaiannya,” katanya.

Haris melanjutkan dalam pelaksanaan setiap pekerjaan, PLN selalu mengutamakan keselamatan kerja. Langkah-langkah pengendalian bahaya telah dilakukan secara konsisten seperti eliminasi, subtitusi, kontrol teknik, kontrol administratif, dan penggunaan APD. “Harapannya pekerjaan dapat selesai dengan nihil kecelakaan kerja,” pungkas Haris.(jejakrekam)

Penulis Rahman
Editor Ipik Gandamana

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.