Banyak Temuan, Pakar Intakindo Sebut Jembatan HKSN Patih Masih Belum Laik Fungsi

0

PENGAKUAN Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah bahwa Jembatan HKSN Patih Masih belum mengantongi sertifikat laik fungsi, sesuai fakta yang ada.

MEMANG, pembangunan Jembatan HKSN Patih Masih banyak temuan (dugaan pelanggaran). Dari segi konstruksi dan lainnya. Tapi, untuk lebih jelasnya silakan tanya ke Dinas PUPR Kota Banjarmasin,” ucap Ketua Dewan Pakar Pimpinan Nasional Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (DPN Intakindo) Hasan Husaini kepada jejakrekam.com, Minggu (11/9/2022).

Ahli jembatan dan teknik sipil lulusan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini mengungkapkan bahwa Jembatan HKSN Patih Masih masuk dalam kategori jembatan bentang panjang.

BACA : Belum Kantongi Sertifikat Laik Fungsi, Oprit Jembatan HKSN Patih Masih Turun Diklaim Aman

Jembatan HKSN Patih Masih membentang di atas Sungai Kuin dengan bentang panjang 304 meter dan lebar jalan 9 meter menghubungkan Jalan HKSN (Kuin Utara) dengan Jalan Kuin Selatan (Kuin Cerucuk), Banjarmasin. Untuk mewujudkan jembatan ini disuntik dana sedikitnya Rp 100 miliar, termasuk pembebasan lahan rumah warga terdampak.

“Ya, kalau ukuran panjang, Jembatan HKSN Patih Masih itu tergolong jembatan bentang panjang. Sebab, lebih dari 150 meter yang masuk kategori jembatan menengah,” tutur Hasan Husaini.

BACA JUGA : Minim Penerangan, 2 Kali Kasus Pembegalan, Jembatan HKSN Patih Masih Rawan Kriminalitas

Menurut ahli utama teknik jembatan dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah V Banjarmasin ini, sepatutnya sebelum diresmikan atau difungsikan, maka Jembatan HKSN Patih Masih itu sepatutnya diuji terlebih dulu guna mendapatkan sertifikat laik fungsi.

Ketua Dewan Pakar Nasional Intakindo, Hasan Husaini yang juga ahli jembatan utama. (Foto Radar Banjarmasin)

Untuk diketahui, berdasar UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengamanatkan bahwa pengoperasian jalan umum atau jembatan umum usai dinyatakan memenuhi persyaratan laik fungsi secara teknis dan administrasi oleh penyelenggara jalan.

BACA JUGA : Jembatan HKSN 1 Berfungsi Optimal, Warga Berharap Ada Taman di Sekitar

Tujuan dari penilaian kelaikan fungsi jalan adalah untuk memastikan bahwa jalan tersebut sesuai dengan standar kelaikan sehingga berkeselamatan bagi semua pengguna jalan. Kemudian, jembatan sebagai bagian penting suatu jaringan jalan perlu juga dilakukan uji kelaikan untuk memastikan kekuatan dan keamanan strukturnya.

BACA JUGA : 3 Tahun Menanti, Akhirnya Jembatan HKSN Diresmikan, Dikasih Nama Patih Masih

Uji kelaikan jembatan dapat dilakukan dengan metode uji statik dan uji getar. Uji statik pada jembatan membutuhkan waktu dan biaya relatif besar, serta risiko kerusakan terhadap struktur. Metode lain yang lebih efektif yaitu uji getar, di mana hasil uji secara langsung memberikan nilai respons dinamika jembatan untuk dibandingkan dengan parameter dinamik teoritis berdasarkan pemodelan.

“Ya, sebenarnya sebelum dipakai, Jembatan HKSN Patih Masih itu harus menjalani serangkaian uji laik fungsi yang ditangani tim gabungan. Ya, bisa saja dimotori Dinas PUPR Kota Banjarmasin sendiri, sebelum diresmikan pengoperasiannya,” tandas Hasan Husaini.(jejakrekam)

Penulis Asyikin/Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.