BBM dan Tarif Air Naik, Dosen UNU Kalsel Sebut Warga Banjarmasin Seperti Kena ‘Double Hook’!

0

KENAIKAN tarif air PT Air Minum Bandarmasih berbarengan dengan harga bahan bakar minyak (BBM) dan memicu inflasi dikeluhkan warga Kota Banjarmasin. Hal ini makin membuat beban masyarakat kian berat.

KETUA Dewan Kelurahan Mantuil, Hamdani mengungkapkan kenaikan tarif air 10 persen yang diberlakukan PT Air Minum Bandarmasih sebenarnya telah memberatkan.

“Ini ditambah lagi, kenaikan harga BBM. Nyaris semua naik, sementara pendapatan masyarakat seperti kami tidak mengalami kenaikan,” ucap Hamdani kepada jejakrekam.com, Minggu (4/9/2022).

Dia menyebut pada selama ini warga Mantuil tidak merasakan lancarnya air bersih yang disalurkan pabrik air milik Pemkot Banjarmasin dan Pemprov Kalsel.

Hamdani mencontohkan seperti dialami warga Mantuil bernama Andi Muhammad Arsyad (Jais), warga RT 23, Kelurahan Mantuil pada Sabtu (3/9/2022) malam, pukul 20.15 Wita, justru air leding tidak mengalir sama sekali.

BACA : Daripada Naikkan Tarif Air, Lebih Baik Potong Gaji Komisaris-Direksi PT Air Minum Bandarmasih

“Pengecekan juga dilakukan yang bersangkutan sampai ke meteran serta keran. Tidak ada air bersih pun keluar dari jaringan pipa PT Air Minum Bandarmasih,” kata Hamdani.

Sekretaris Forum Kota (Forkot) Banjarmasin ini mengatakan masalah ketersedian air bersih di kawasan Mantuil sudah lama dikeluhkan. Hingga akhirnya, sebagian besar warga terpaksa menggunakan air sungai yang sudah kotor untuk keperluan mandi dan lainnya.

“Ini sungguh ironis. Di tengah kenaikan tarif air yang diberlakukan PT Air Minum Bandarmasih per 1 September 2022, justru masalah klasik tetap dialami warga Mantuil,” kata Hamdani.

BACA JUGA : PT Air Minum Bandarmasih Banjir Protes, Forkot Banjarmasin Siapkan Gugatan Class Action

Dia pun mengaku sepakat dengan langkah Forkot Banjarmasin untuk mengajukan gugatan class action terhadap PT Air Minum Bandarmasih atas kebijakan kenaikan tarif air leding itu.

“Itu adalah hak kami sebagai pelanggan PT Air Minum Bandarmasih. Makanya, kami sepakat akan menggugat PT Air Minum Bandarmasih ke pengadilan,” tegas Hamdani.

Dia mendesak agar Walikota Banjarmasin Ibnu Sina selaku komisaris PT Air Minum Bandarmasih segera bertindak. “Saat ini, beban masyarakat sudah terlalu berat sehingga kondisinya tidak kondusif. Jangan diam saja,” tegas Hamdani.

BACA JUGA : Buka 2 Posko Pengaduan Pelanggan, BLF-BLH Borneo Nusantara Siap Gugat PT Air Minum Bandarmasih

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nahdlatul Ulama Kalsel (UNUKASE), Syaipul Adhar mengatakan memang beban hidup yang harus ditanggung warga Banjarmasin, termasuk daerah lain yang turut menaikkan tarif air bersih, ibarat laga tinju adalah pukulan kedua.

“Double hook kini dirasakan warga Banjarmasin. Mereka dihadapkan kenaikan harga BBM ditambah lagi tarif air PT Air Minum Bandarmasih,” ucap dosen akuntansi ini. Untuk diketahui, hook merupakan jenis pukulan menyamping yang menggunakan tenaga siku dan bahu yang sangat mematikan dalam laga tinju.

Dosen akuntasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Selatan, Syaipul Adhar. (Foto Dokumentasi Pribadi)

Padahal, beber dia, mayoritas strata ekonomi warga di Banjarmasin tergolong pas-pasan, akibat hantaman pandemi Covid-19 yang sudah memasuki tahun ketiga, kemudian dihadapkan dengan berbagai kenaikan harga.

BACA JUGA : Besok Tarif Air Leding PT Air Minum Bandarmasih Sudah Resmi Naik

“Mirisnya lagi, pengumuman kenaikan tarif air 10 persen yang diberlakukan PT Air Minum Bandarmasih itu hanya diumumkan seorang direktur utama, bukan Walikota Banjarmasin,” tegas Syaipul Adhar.

Magister ekonomi jebolan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini mengatakan kebutuhan akan air bersih menyangkut hajat orang banyak di Banjarmasin.

“Sepatutnya ada treatment lebih banyak, selain opsi terakhir menaikkan tarif air 10 persen dan membebankannya kepada para pelanggan PT Air Minum Bandarmasih. Apakah dengan kenaikan tarif air PT Air Minum Bandarmasih itu membuat air yang mengalir ke pelanggan makin ‘manis’, malah yang terjadi ada kemacetan bahkan tidak mengalir sama sekali ke rumah pelanggan,” kata intelektual muda NU ini.

BACA JUGA : Tarif Air Leding PT Air Minum Bandarmasih Dinaikkan, YLK Kalsel Ingatkan Ada Hak Pelanggan

Menurut Syaipul, jajaran direksi PT Air Minum Bandarmasih seperti tidak punya rencana bisnis (business plan)  yang dijabarkan kepada para pemilik perseroda itu. “Semoga saja kenaikan harga BBM dibarengi tarif air itu tidak mendongkrak harga barang. Ya, ambil contoh ikan haruan yang menjadi penyumbang inflasi di Kalsel,” imbuh Syaipul.(jejakrekam)

Penulis Iman Satria/Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.