Siapa Pengganti Mardani di PDIP Kalsel? Pengamat Prediksi Politisi di Pusaran Haji Isam

0

USAI Mardani H Maming tersandung kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), apakah kepemimpinan DPD PDI Perjuangan Kalsel bakal berganti?

SEBELUMNYA, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalsel Muhammad Syaripuddin menyatakan tidak ada kendala, karena roda organisasi parpol pemenang Pemilu 2019 ini tetap berjalan.

Sejumlah pengurus DPD PDIP Kalsel pun menanti apa keputusan yang akan diambil DPP PDIP di bawah komando Megawati Soekarnoputeri dan Sekjennya, Hasto Kristiyanto.

“Kami menunggu apa keputusan dari pusat. Semua tergantung keputusan Bu Mega. Biasanya, ada penunjukan langsung jika memang Mardani H Maming akan diganti sebagai Ketua DPD PDIP Kalsel,” ucap sumber jejakrekam.com, Sabtu (27/8/2022).

Walau sumber ini posisinya di jajaran Wakil Ketua DPD PDIP Kalsel, toh hingga kini tongkat kepemimpinan masih dipegang mantan Bendahara Umum PBNU itu. “Bisa jadi nanti yang akan mengisi kursi Ketua DPD PDIP Kalsel langsung ditunjuk Bu Mega dari pusat,” kata sumber ini.

Ada sejumlah nama yang diisukan bakal menggantikan posisi Mardani H Maming. Seperti anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, kemudian HM Rosehan Noor Bachri, hingga Bang Dhien, sapaan akrab Syaripuddin.

BACA : Maju dan Tidaknya Di Pilgub Kalsel, MRK: Ketika Dapat Lampu Hijau Dari H Isam

Pengamat politik FISIP Uniska MAB, Dr Muhammad Uhaib As’ad justru berbeda pandangan. Menurut dia, pengganti Mardani H Maming yang ‘tersandera’ kasus hukum dugaan gratifikasi penerbitan izin usaha pertambangan (IUP) sewaktu menjabat Bupati Tanah Bumbu, justru lebih mengarah ke poros politisi yang didukung bos Jhonlin Group, Syamsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.

“Kuat dugaan orang-orang yang dekat dengan Haji Isam akan mengambil alih DPD PDIP Kalsel. Ini bisa tergambar dari pernyataan Rifqinizamy yang secara telanjang menyatakan patronase politiknya berlindung dengan Haji Isam,” kata Uhaib kepada jejakrekam.com, Sabtu (27/8/2022).

BACA JUGA : Bangun Kesadaran Politik, Uhaib Beber Kuatnya Cengkeraman Oligarki di Pesta Pilkada Kalsel

Sudah menjadi rahasia umum di Banua, Uhaib mengakui posisi Haji Isam sangat sentral dalam menentukan arah politik di Kalsel. Termasuk di PDI Perjuangan. “Berdasar pengalaman hasil Pemilu 2019 lalu, ada beberapa politisi masuk lingkaran Haji Isam seperti Sulaiman Umar dan Rifqinizamy terpilih sebagai anggota DPR RI. Walau dalam perjalanannya, Sulaiman Umar mengundurkan diri,” kata Uhaib.

Pengamat politik dan kebijakan publik FISIP Uniska MAB, Dr Muhammad Uhaib As’ad. (Foto Dokumentasi Jejakrekam.com)

Menurut dia, dari pernyataan Rifqinizamy sebenarnya sudah menggambarkan pengaruh kuat seorang Haji Isam. Dalam kamus Uhaib, sosok Haji Isam adalah oligarki yang memiliki kuasa politik dan bisnis, termasuk di jejaring parpol sangat memengaruhi dinamika perpolitikan Banua.

BACA JUGA : Hanya Simbol Kedaulatan Rakyat, Demokrasi Indonesia Kini ‘Dibajak’ Oligarki

“Kalau mau jujur, jelas politisi atau mereka yang dekat dengan pusaran kekuasaan Haji Isam akan menggantikan Mardani,” beber doktor kebijakan publik lulusan Universitas Brawijaya Malang ini.

Menurut dia, saat ini harus diakui Haji Isam telah menjelma menjadi patronase atau patronasi politik terkuat, sehingga tak mengherankan banyak yang berharap ‘restu’ darinya untuk bisa maju berlaga dalam kontestasi elektoral baik di pemilu maupun pilkada.

BACA JUGA : Usai Apartemen di Jakarta, KPK Geledah Kantor PT Batulicin Enam Sembilan dan Kediaman MHM

“Dia menjadi sosok legenda politik yang hidup di tengah masyarakat Kalsel. Bahkan, fakta ini terekam dalam memori kolektif masyarakat Banua, bagaimana peran sentral Haji Isam bisa mengantarkan sang paman, Sahbirin Noor (Paman Birin) sukses menjadi Gubernur Kalsel dua periode. Nah, langkah semacam ini ingin ditiru seorang Rifqinizamy,” beber Uhaib.

BACA JUGA : Sulaiman Umar Mengundurkan Diri dari DPR RI dan PDI-P, MHM : Masalah PAW Urusan Pusat

Walau secara etika politik dan norma yang berlaku bahwa pernyataan anggota Komisi II DPR RI Rifqinizamy tak elok, toh Uhaib menyatakan itu adalah fakta yang tak bisa disembunyikan lagi.

“Pernyataan Rifqinizamy ini secara telanjang menggambarkan begitu kuatnya patronase politik dari para pemodal, terutama kalangan pengusaha tambang dan sawit. Secara pendidikan politik memang tidak mendidik, tapi itu adalah kenyataan yang harus dihadapi masyarakat Banua,” pungkas Uhaib.(jejakrekam)

Penulis Ipik Gandamana/Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.