Klaim Sesuai Visi-Misi Walikota, Kepala Dinas PUPR Banjarmasin Akui Ada Pergeseran Anggaran

0

REKOMENDASI DPRD Kota Banjarmasin agar menghentikan proyek pembangunan jembatan (dermaga) apung penghubung Siring Patung Bekantan dengan Siring Sungai Baru di bawah Jembatan Dewi, direspon.

KEPALA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin Suri Sumardiyah mengatakan menghormati proses yang sedang dilaksanakan oleh lintas komisi di DPRD Kota Banjarmasin.

Sebab, rekomendasi rapat gabungan Komisi I, II dan III DPRD Banjarmasin untuk penghentian proyek jembatan apung berpagu anggaran Rp 4,5 miliar, akan diteruskan menjadi rekomendasi Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya yang langsung dilayangkan ke Walikota Ibnu Sina.

“Sebenarnya, kami bersama dengan Bappedalitbang Kota Banjarmasin sudah menjelaskan adanya pergeseran anggaran ke dewan. Ke depan, kami akan meningkatkan komunikasi yang lebih baik dengan DPRD,” tutur Sudarmadiyah kepada jejakrekam.com, Selasa (23/8/2022).

BACA : Geser Anggaran, DPRD Banjarmasin Rekomendasi Proyek Jembatan Apung Jembatan Dewi Dihentikan!

Mantan Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Provinsi Kalsel ini menjelaskan bahwa proyek pembangunan jembatan (dermaga) apung yang menghubungkan kawasan Patung Bekatan dengan siring Sungai Baru, Kampung Ketupat diintegrasikan antara transportasi sungai dengan darat.

“Ini juga sesuai dengan kegiatan prioritas yang tercantum dalam visi-misi Walikota-Wakil Walikota Banjarmasin. Semoga ada solusi terbaik untuk kota Banjarmasin,” kata Yayah, sapaan akrab pejabat ini.

Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah. (Foto Dokumentasi JR)

BACA Juga : Proyek Jembatan Apung Penghubung Jembatan Dewi Disorot, KAKI Minta Kejari Banjarmasin Telisik

Untuk diketahui, visi-misi duet Ibnu Sina-Arifin Noor sebagai orang nomor satu dan dua di Balai Kota Banjarmasin dalam Baiman Jilid 2 merupakan kelanjutan jilid 1. Berjuluk Kota Seribu Sungai, ada 6 misi yang dituntaskan duet Ibnu-Arifin yakni bidang pendidikan, bidang kesehatan, infrastruktur, kemudian program perkotaan sampah dan pengganguran kemiskinan serta juga terkait dengan pelayanan publik yang cepat, termasuk jaminan keamanan.

Nah, tiga prioritas pembangunan pada periode kedua adalah program pertama mencakup revitalisasi sungai untuk menunjang pariwisata berbasis sungai dan transportasi sungai. Kemudian, program kedua melahirkan wira usaha baru berbasis UMKM mengembalikan Banjarmasin sebagai kota perdagangan dan jasa. Program ketiga adlaah pelayanan publik yang cepat dan mudah berbasis smart city.

BACA JUGA : Bernilai Rp 4,5 Miliar, Jembatan Dewi Bakal Dilengkapi Jembatan Penghubung dan Dermaga Apung

Ketiga program ini dirinci dari 20 program prioritas, terkhusus melanjutkan pembangunan infrastruktur sungai guna mendukung pengembangan wisata sungai dan transportasi sungai. Kemudian, mengintegrasikan transportasi sungai dan transportasi darat yang dapat diakses oleh semua warga tanpa terkecuali, termasuk kaum disabilitas.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.