Bernilai Rp 4,5 Miliar, Jembatan Dewi Bakal Dilengkapi Jembatan Penghubung dan Dermaga Apung

0

BERPAGU anggaran segede Rp 4.590.039.550 atau Rp 4,5 miliar lebih bersumber dari APBD Kota Banjarmasin tahun 2022, ada 64 peserta kontraktor menawar proyek pembangunan jembatan penghubung dermaga apung kawasan Jembatan Dewi (Jembatan A Yani).

DATA yang terekam di LPSE Banjarmasin, usai diumumkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin untuk tender proyek pada 10 Juni 2022, kini ada pemenang sudah didapat. Yakni, CV Rahmat Hidayat dari Halamau Kandangan dengan harga negosiasi atau penawaran Rp 4,5 miliar lebih, persisnya Rp. 4.506.567.381,28.

Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Kota Banjarmasin Rini Wardina mengakui pembuatan jembatan penghubung ke dermaga apung Jemabtan Dewi itu telah memasuki proses pelelangan terbuka di unit kerja pengadaan barang dan jasa (UKPBJ) dilakukan kelompok kerja (pokja).

BACA : Proyek Jembatan A Yani Segera Digarap, Pakar Kota Sebut Sungai Banjarmasin Sedang Sakit

“Begitu sudah diketahui perusahaan yang menjadi pemenang, maka pada awal Juli 2022 ini sudah dibikinkan kontrak kerjanya,” ucap Rini Wardina kepada jejakrekam.com, Kamis (30/6/2022).

Desain jembatan penghubung dan dermaga apun Jembatan Dewi yang terkoneksi dengan Taman Patung Bekantan melintasi Sungai Martapura. (Foto Asyikin)

Sesuai target, kata Rini, jangka waktu pengerjaan jembatan penghubung ke dermaga apun di Jembatan Dewi ini dipatok selama 75 hari kalender. Sehingga pada saat peringatan Hari Jadi Banjarmasin ke-496 tahun bisa langsung diresmikan oleh Walikota Ibnu Sina.

Dasar pembuatan jembatan penghubung ke dermaga apung Jembatan Dewi ini dijelaskan Rini, sudah berdasar kajian atau studi kelayakan. Ini karena, saat para wisatawan atau pengunjung ke kawasan Patung Bekantan, Jalan Kapten Piere Tendean hendak ke Kampung Ketupat, Sungai Baru harus menyeberangi jalan raya.

BACA JUGA : Jembatan Coen, Penghubung Dua Tepian dan Kutipan Tol Sungai

“Tentu saja, dengan padatnya arus lalu lintas dan mobilitas tinggi di kawasan Jalan Achmad Yani serta Jalan Piere Tendean itu tentu membahayakan warga. Atas dasar itu, kami bikinkan jembatan penghubung dermaga apung Jembatan Dewi,” kata Rini.

Mantan ASN Pemprov kalsel ini merincinkan jembatan penghubung dermaga apung Jembatan Dewi ini didesain sepanjang 40 meter dengan lebar 4 meter.

BACA JUGA : MoU Kawasan Kota Lama Dan kampung Ketupat, Pulihkan Ekonomi Bersama Pengembang

“Untuk pembangunan jembatan penghubung dermaga apun Jembatan Dewi berpagu anggaran Rp 4,5 miliar berasal dari APBD Banjarmasin tahun 2022 untuk pos anggaran Dinas PUPR Banjarmasin,” beber Rini.

Dia menjelaskan jembatan itu dibangun dari bahan fiber sehingga bisa mengapung dan fleksibel mengikuti arus dan pasang surut Sungai Martapura. “Untuk jadi penghubung di Taman Siring Patung Bekantan dan Kampung Ketupat Sungai Baru akan dibuatkan tangga dari kayu ulin,” katanya.

BACA JUGA : Ibnu Sina Akan Menata Kembali Kawasan Wisata Kuliner Mandiri

Rini menegaskan jembatan penghubung dermaga apung Jembatn Dewi ini sengaja didesain tanpa atap. Sebab, kata dia, sebagian besar berada di bawah Jembatan Dewi. “Meski bentuknya tidak jauh berbeda dengan Dermaga Apung Pasar Terapung Banjarmasin yang sudah ada di Siring Tendean di samping Jembatan Merdeka,” pungkas Rini.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.