Mengenal Kearifan Lokal, Membuat Kue Cincin Khas Kubah Basirih

0

MENGENAL kembali kearifan budaya Banjar (budaya lokal) untuk generasi muda. Kini mulai terlupakan oleh generasi milenial. Khususnya masakan dan kue tradisional ala Banua, Kalimantan Selatan.

DINAS Pariwisata dan Olahraga Kota Banjarmasin pun mengelar Festival Banjarmasin Village, pada Sabtu 25 Juni 2022. Sejumlah lomba digelar, seperti Baayun Maulid diikuti 15 peserta, lalu lomba membuat kue cicin khas Kubah Basirih.

Tampak ratusan pengujung berbaur dengan masyarakat sekitar, termasuk peserta festival, hingga menambah semarak Festival Banjarmasin Village diare tersebut. 

Kesibukan peserta terlihat, menyiapkan bahan bahan (adonan kue) cicin, dan perserta terbagi lima kelompok. Jumlah kue cincin yang terhimpun 1.000 kue. 

BACA: 40 Peserta Baca Puisi Bahasa Banjar, Taman Budaya Kalsel Gelar Lomba Berhadiah Jutaan Rupiah

lomba
Sejumlah lomba digelar, seperti Baayun Maulid diikuti 15 peserta, lalu lomba membuat kue cicin khas Kubah Basirih.

Hj Ainun dari Kelompok Bunga Tanjung, menceritakan panjang lebar mengapa kue cicin khas Kubah Bahsrih dibuat. “Memang sudah dulu orang- orang orangtua kita sering membuat kue cicin. Apalagi kalau hari-hari besar Islam, misalnya hari raya idul fitri dan hari besar lainnya,” ucap Hj Ainun,

Ia memastikan, tidak semua orang bisa membuat kue cicin ini. “Ya, harus punya ke ahli khusus,” tandasnya.

Meski begitu, Ia mengucap syukur alhamdulillah kepada Pemkot Banjarmasin, Dinas Pariwisata dan Olahraga Kota Banjarmasin, yang menggelar Festival Banjarmasin  Village. 

Kadis Pariwisata dan Olahraga Kota Banjarmasin, Iwan Fitriadi, menyampaikan ucapan syukur Alhamdulillah. Sebab, terselenggara Festival Banjarmasin Village  di area kubah Habib Hamid bin Abbas Bahsim, Jalan Bahsrih, dan pesertanya warga lingkungan ini, dan warga sekitar. “Untuk mengenalkan budaya lokal dan budaya Banjar kepada generasi muda dan millennial, agar mereka mengetahuinya,” bebernya.

Kabid Pariwisata Kota Banjarmasin Fitriah,  juga turun langsung ikut mencoba membuat kue cicin khas Kubah Bahsrih. “Terlihat mudah, tapi sebenarnya sulit saat menggoreng dan membuatnya,” ungkapnya.

Ia pun berjanji secara pribadi akan memberikan bonus kepada para acil-acil ini untuk dua perserta masing-masing mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 500 ribu. (jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Afdi Achmad

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.