Berhasil Turunkan Kasus Malaria, Menkes Apresiasi Tabalong Dengan Sertifikat Eliminasi Malaria

0

PEMERINTAH Kabupaten Tabalong kembali mendapat penghargaan dari Pemerintah Pusat, Kali ini penghargaan datangnya dari Kementrian Kesehatan.

PENGHARGAAN tersebut merupakan apresiasi dari Menteri Kesehatan atas inovasi yang dilakukan Pemerintah Tabalong dalam hal penanganan Malaria di “Bumi Sarabakawa”.

Kepala Dinas Kesehatan Tabalong, dr Taufiiqurrahman mengatakan penghargaan tersebut diberikan atas inovasi Gerakan Masuk Hutan Berantas dan atasi Malaria (Gema Bersinar Malaria) yang diserahkan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang mewakili Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Maxi Rein Rondonuwu pada peringatan hari Malaria Sedunia Tahun 2022 di Mandalika Resort Lombok Nusa Tenggara Barat, Selasa (31/5/2022).

“Saya mewakili Bupati Tabalong menerima penghargaan tersebut pada saat peringatan hari Malaria sedunia yang digelar di Mandalika resort Lombok Nusa Tenggara Barat,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (1/6/2022) melalui sambungan telepon selularnya.

Penghargaan ini ungkapnya berupa sertifikat eliminasi Malaria dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Terpisah, Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani mengaku sangat bangga dan mensyukuri apresiasi dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia atas kerja keras banyak pihak untuk memberantas penyakit malaria di Kabupaten Tabalong.

“Terima kasih atas kerja keras jajaran Dinas Kesehatan yang juga didukung Camat, Kepala Desa, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat karena ditengah keterbatasan sarana dan prasarana, kita bisa meminimalisir penyakit malaria di masyarakat,” ucapnya.

Anang mengharapkan prestasi yang sudah diraih ini dapat terus ditingkatkan lebih baik lagi dimasa yang akan datang. “Hal ini dapat dicapai dengan kerja keras dan kerjasama”, tambah Bupati Tabalong.

Gema Bersinar Malaria ini sendiri merupakan sebuah terobosan yang dilakukan untuk memberantas malaria secara sistematis melalui edukasi, pencegahan hingga ketahap pengobatan kepada masyarakat.

Dengan inovasi ini terhitung sejak tahun 2015 kasus malaria di Kabupaten Tabalong terus menurun secara signifikan, yang sebelumnya Tabalong masuk kedalam zona merah dan saat ini berada di zona hijau.(jejakrekam)

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.