Tangkap Peluang Naiknya Harga Rokok, Toko Aneka Tembakau Rintis Pasar Tembakau Linting

0

BERAWAL dari permintaan teman terdekat, Isratul Ikhsan kini merintis usaha penjualan tembakau lintingan berbagai macam aneka rasa.

PEGAWAI swasta di sebuah perusahaan tambang di wilayah Kabupaten Tabalong, Kalsel ini mulai melakoni usahanya sejak satu setengah tahun lalu. Tepatnya pada Maret 2020 lalu.

“Saya coba keliling-keliling, memasarkan dengan  teman dekat dengan memberi tester tembakau. Seiring berjalan permintaan mulai ramai dan dari sanalah mencoba menjual tembakau linting ini,” ujar Isratul Ikhsan saat ditemui di tokonya, Senin (11/4/2022).

Toko penjualan tembakau linting bernama Aneka Tembakau. Lokasinya di di Jalan Ir PH M Noor Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung, Tabalong, Kalimantan Selatan.

BACA : Kenaikan Cukai Rokok untuk Tambahan Penerimaan Negara

Tembakau yang dijual di tokonya, didatangkan dari Pulau Jawa, tepatnya psokan dari Jawa Barat dan Jawa Timur dengan berbagai takaran mulai dari 40 gram hingga 80 gram.

“Dengan ratusan macam tembakau aneka rasa yang kami jual di sini dengan menyesuaikan minat masyarakat sekitar. Untuk harga sendiri bervariasi tergantung jenis tembakau dengan harga mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 22 ribu,” kata Isratul Ikhsan.

BACA JUGA : Dengan Nano Stix, Bisa Berbisnis Sambil Berhenti Merokok

Ide untuk berjualan tembakau giling ini ketika Isratul Ikhsan menangkap peluang usaha saat harga rokok keluaran pabrik terus melonjak. Kini, sebagian pelangggan yang merupakan perokok beralih ke rokok linting.

“Jadi pengeluaran sehari-hari bagi perokok lebih irit dan hemat biaya serta mengurangi mengisap rokok karena melinting sendiri,” beber Isratul Ikhsan.

BACA JUGA : LSM KAKI Minta Peredaran Rokok Ilegal Ditindak, Ini Jawaban DJBC Kalbagsel

Di masa pandemi Covid-19, dia mengatakan hal itu tidak terlalu berpengaruh. Sebab, angka penjualan tembakau linting justru menunjukkan grafik penjualan yang semakin meningkat.

“Selama ini tidak berpengaruh. Harganya hampir kurang lebih sama dengan rokok pabrikan, sehingga hematnya itu yang dicari dengan pemakaian bisa sampai tiga hari,” beber Isratul Ikhsan.

BACA JUGA : Wasekjen AAKPT: Indonesia Tak Miliki Kebijakan Pelarangan Iklan Rokok di Media

Masih menurut dia, usaha yang kini digelutinya itu dapat meraup untung dengan persentase 10 hingga 15 persen. Utamanya, dihitung dari harga pokok yang dikirim produsen setiap produk tembakau. “Kalau bicara keuntungan harian kotornya bisa mencapai Rp 300 ribu,” katanya.

Untuk diketahui, toko Aneka Tembakau yang dikelola Isratul Ikhsan ini buka dari pukul 10.00 sampai 22.00 Wita sebelum memasuki bulan Ramadhan. Sedangkan saat bulan puasa agak molor dari pukul 14.00 hingga 23.00 Wita.(jejakrekam)

Penulis Herry Yusminda
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.