Ikon Banjarmasin Makin Menyedihkan, Bundaran Koran Tak Lagi Suguhkan Air Mancur Kipas

0

IKON Banjarmasin terletak di ruas Jalan Hasanuddin HM adalah Bundaran Koran atau disebut pula Bundaran Hasanuddin HM kini kondisinya kian menyedihkan.

IRONISNYA bundaran yang sempat dipermak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, tak terlampau lama hanya sekitar empat tahun saja. Namun, kini tak lagi berfungsi.

Pantauan jejakrekam.com, tampak di tengah Bundaran Koran ini tak lagi berair. Bahkan, tanaman hias pun mulai mengering, seiring tak ada lagi ‘kehidupan’ air mancur.

Tulisan besar (font) Banjarmasin Baiman yang terbuat dari bahan akrilik tampak masih baru. Sayangnya, saban malam tiap melewati kawasan itu, tak ada air mancur warna-warni yang disuguhkan.

BACA : Patut Dijaga, Wajah Banjarmasin Jadul masih Bisa Dinikmati di Kawasan Hasanuddin HM

“Sudah sebulan lebih, Bundaran Koran ini tidak lagi menyajikan air mancur saat siang maupun malam hari. Lihat saja, di tengah-tengah kolamnya tak ada lagi air. Padahal, Bundaran Koran ini dipermak dengan biaya ratusan juta. Padahal, saat bulan Ramadhan, harusnya wajah Banjarmasin tampak meriah karena aktivitas warga lebih banyak di malam hari,” ucap Fani, pedagang koran di Bundaran Hasanuddin HM kepada jejakrekam.com, Senin (11/4/2022).

Dia menyesalkan kenapa ikon Banjarmasin itu tak dirawat dan dihidupkan lagi. Padahal, di masa tahun 1980 dan 1990-an, Bundaran Koran ini merupakan ciri khas kawasan ‘jadul’ di tengah kota ini. Fani juga membandingkan hal serupa juga dialami Patung Bekantan yang menjadi ikon Banjarmasin di tepi Sungai Martapura, tak lagi menyemburkan air.

BACA JUGA : Dari Jalan School Weg, Sukaramai, hingga Hasanuddin HM

“Dulu di masa walikota terdahulu, seperti Walikota Effendi Ritonga hingga Pak Sadjoko, Bundaran Koran ini sangat cantik bahkan bisa menambah kawasan ini makin menarik. Sayang, sudah dipermak, tapi sekarang tak lagi berfungsi,” kata Fani.

Kini, Bundaran Koran ini pun menjadi area mangkal atau ngetem angkot Banjarmasin. Bahkan, sempat menjadi ‘buang air’, karena tak pernah dirawat Pemkot Banjarmasin. “Sayang, kalau ikon Bundaran Hasanuddin HM atau Bundaran Koran ini tidak dirawat,” kata Fani, menyesalkan.

BACA JUGA : Jadi Tempat Kencing Sembarangan, Air Mancur Bundaran Koran Dihidupkan Lagi

Untuk diketahui, pada APBD Banjarmasin tahun 2018 lalu dikucurkan dana Rp 198.655.000 untuk mempermak Bundaran Koran di Jalan Hasanuddin HM, Kelurahan Kertak Baru Ulu ini.

Proyek milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin ini digarap CV Kambang Bulan, dengan mengembalikan fungsi air mancur berbentuk kipas. Namun, kini, warga tak bisa lagi menikmati suasana berbeda di kawasan yang kini telah berdiri pusat kuliner malam, Bandarmasih Tempo Doeloe itu.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.