Cerita Ratna, Guru Honorer SMPN 13 Banjarmasin yang Kini Diangkat Jadi PPPK

0

KESEJAHTERAAN tenaga pendidik di Kota Banjarmasin semakin ditingkatkan. Hal ini menjadi kebijakan yang diambil Pemkot Banjarmasin demi mengangkat derajat ekonomi ribuan guru honorer.

TERBUKTI sejak tahun 2018 insentif itu terus mengalami kenaikan. Ambil contoh pada tahun itu, para guru honorer hanya mendapat Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu. Namun, angka honor itu terus merangkak naik hingga saat ini.

“Soal insentif guru honorer untuk meningkatkan kesejahteran mereka terus diupayakan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin,” ucap Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, usai menyerahkan SK pengangkatan ratusan guru honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Mantan anggota DPRD Kalsel ini mengatakan ketika dirinya menjadi walikota pada periode pertama, pembayaran honor guru honorer berkisar Rp 600 ribu per bulan. Kini, para ‘oemar bakri’ itu  bisa menerima gaji Rp 1,7 juta per bulan.

BACA : Masih Ada Lowongan 400 ASN, Walikota Ibnu Sina Serahkan SK CPNS dan PPPK

Ibnu Sina mengatakan saat ini insentif guru honorer dibagi dalam dua kategori. Yakni, honorer K2 sebesar Rp 1,7 juta dengan jumlah sekitar 80-an orang. Kemudian, guru honorer biasa sebesar Rp 1,3 juta. Total jumlah tenaga pendidik ditaksir mencapai lebih dari 1.200 orang.

“Tahun 2022 ini naik insentif honorer dari Rp 1,6 juta dan Rp 1,2 juta. Saat ini, telah menjadi Rp 1,7 juta dan Rp 1,3 juta,” ucap Ibnu Sina.

Tergereknya honorer guru tak tetap ini pun ditanggapi positif para tenaga pendidik. Apalagi, di masa Walikota Ibnu Sina bersama Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, kini para guru honorer bisa diangkat melalui program PPPK.

BACA JUGA : Ratusan Pegawai CPNS dan PPPK Ikuti Penyerahan Surat Keputusan, Ini Pesan Walikot Banjarbaru

Seperti Ratna Nugraheni. Wanita yang kini telah menginjak 50 tahun ini mengatakan sudah mengabdi 22 tahun di SMPN 13 Banjarmasin, di Jalan AMD Raya, Alalak Tengah, Banjarmasin Utara.

“Saya terus berjuang untuk mendapat status sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Namun, puluhan tahun, tidak pernah terealisasi. Bahkan, sudah delapan kali saya ikut tes CPNS, tapi gagal,” kata Ratna.

Ratnah mengaku pernah mengadu keburuntungan dengan melamar ke provinsi tetangga, Kalimantan Tengah. Ini demi bisa meningkatkan statusnya dari guru honorer menjadi abdi negara. Sayang, Ratna yang sudah berjuang keras justru bertepuk sebelah tangan. “Apa boleh buat, saya sudah berjuang dan bekerja keras, tapi nasib ulun (saya) berkata lain,” ucap Ratna.

BACA JUGA : 1.600 Guru Honorer Banjarmasin Belum Terima Insentif Selama Dua Bulan

Namun, pada tahun 2022 ini, guru yang mengajar mata pelajaran PPKN itu merupakan satu guru beruntung dari 900 lebih tenaga pendidik yang lulus menjadi PPPK Banjarmasin.

“Terimakasih di masa kepemimpinan Ibnu Sina – Arifin Noor, ratusan guru honorer bisa mendapatkan pengangkatan dan jenjang karier lebih baik lagi,” pungkas Ratna.(jejakrekam)

Penulis Sheilla Farazela
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.