2 Emak-Emak ‘Smackdown’ Pria Diduga Maling HP Viral di Medsos, Ini Faktanya!

0

VIDEO dua emak-emak yang mengamuk hingga membanting alias smackdown pria yang diduga maling handphone (HP) viral di jagat maya Kalimantan Selatan. Emak-emak itu pun digelari wonder women atau acil smackdown.

DARI hasil penelusuran, viralnya video emak-emak yang menghajar seorang pria itu terjadi sebuah warung malam di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar.

Insiden yang terekam video amatir berdurasi 01.28 detik, tampak emak-emak yang mengenakan daster biru motif bulat-bulat itu meluapkan emosinya kepada pria yang dihajar dengan pukulan dan tendangan hingga dibantingnya.

Pria itu tampak tak berdaya dan melawan, saat dicaci maki karena diduga telah mencuri HP sang emak-emak. Tak cukup itu, ada lagi seorang emak-emak kembali menghajar pria itu dengan bangku plastik yang sudah dalam keadaan tersudut.

BACA : Ada…Pistol!!, Cekcok Kawanan Driver Gojek Vs Pemesan Di Citra Land, Ini Kronologinya!

Pria lainnya yang diduga teman sang ‘maling’ juga turut dihajar perempuan yang tampak emosi sudah di ujung ubun-ubun. Perempuan itu mengeluarkan sumpah serapah karena telah mencari HP yang didapat dari hasil berjualan. “Bukan warung lain di sini (tempat),” ucap si emak-emak dengan daster biru.

Kapolres Banjar AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasi Humas Polres Banjar Iptu Suwarji membenarkan adanya video pemukulan yang dilakukan dua perempuan pemilik warung kepada dua pria yang diduga maling HP.

“Video itu direkam di sebuah warung malam yang berada di Desa Simpang Tiga Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar yang terjadi pada Minggu (10/4/2022) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita,” ucap Iptu Suwarji kepada jejakrekam.com, Minggu (10/4/2022).

BACA JUGA : Viral di Medsos, Oknum Polisi Keluarkan Benda Mirip Pistol Kini Diproses Propam Polda Kalsel

Menurut dia, saat ini Polsek Matraman sudah melakukan pemeriksaan terhadap dua emak-emak. “Saat diperiksa, mereka menyatakan bahwa pria yang dipukul adalah maling HP mereka. Sedangkan, mereka memang tidak mau melaporkan kejadian tersebut ke polisi, karena kasihan terhadap pelaku jika dipenjara tidak bisa berlebaran,” ucap Suwarji.

Masih menurut dia, selanjutnya Polsek Mataraman juga tengah mencari tempat tinggal korban pemukulan dan juga menghubungi pihak pembekal  setempat. Ini agar dibuatkan perjanjian perdamaian dan surat pernyataan dari kedua belah pihak.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.