Husairi Abdi

Respon Keluhan Sopir Truk di Kalsel, Menteri ESDM Segera Koordinasi dengan Pertamina

0

MENTERI Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan akan menindaklanjuti keluhan para sopir angkutan barang terkait dengan ketersediaan solar.

HAL ini ditegaskan Menteri ESDM Arifin Tasrif didampingi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati usai meninjau beberapa SPBU di Kalimantan Selatan, Kamis (7/4/2022).

“Soal suplai solar yang jadi keluhan para sopir akan secepatnya kita respon. Memang, ada aturan bahwa saat mengisi jangan berlebihan, apalagi yang seharusnya mengisi BBM non subsidi malah mengisi yang bersubsidi,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif kepada awak media, saat mengecek SPBU milik anggota DPR RI dari Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha di Desa Tambak Ulur, Mataraman, Kabupaten Banjar.

Arifin yakin pihak Pertamina selalu berusaha mencukupi stok BBM khususnya bersubsidi. Hanya saja, kata dia, mereka yang tidak berhak mendapatkan solar bersubsidi justru jangan sampai melakukan hal itu.

BACA : Jangkau Warga Pelosok Batola, Pertashop Desa Karya Jadi Diresmikan Syaifullah Tamliha

“Yang kasihan masyarakat banyak tidak kebagian. Harga minyak dunia saat ini memang lagi meningkat akibat perang Rusia-Ukraina, sehingga pasokan minyak mentah berkurang kurang, akibatnya suplai pun tidak seimbang,” kata Menteri ESDM.

Direktur PT Borneo Anugrah Insanindo, Muhammad As’adi yang mengelola SPBU di Desa Tambak Ulu ini mengatakan selama ini SPBU menerima jatah kuota 5,6 kiloliter per hari. “Alhamdulillah, SPBU kami lumayan lancar walau masih terdapat antrean panjang karena permintaan memang meningkat,” kata As’adi.

Menurut dia, jika pasokan BBM disuplai Pertamina ke SPBU habis hanya setengah hari atau berkisar 6-7 jam. “Sehari hanya dapat satu tangka, karena ini karena dipengaruhi keterlambatan datang truk tangki BBM Pertamina. Ini ditambah karena adanya disparitas harga, sehingga pengisian biosolar terpaksa kami batasi,” kata As’adi.

BACA JUGA : Menteri ESDM Sidak SPBU Milik Anggota DPR RI, Sopir Truk Minta Kouta BBM Ditambah

Budi, sopir truk yang mengisi SPBU Tambak Ulu ini mengaku selama ikut mengantre satu hingga hari, memang tidak beban tambahan seperti ongkos parkir. Hal senada juga dilontarkan H Said. Sopir truk barang ini mengatakan biasanya dirinya mengantre 4-5 jam sehari guna mendapatkan jatah biosolar.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memastikan perusahaan akan berupaya untuk menjamin tersedianya pasokan BBM. Apalagi, saat bulan Ramadhan memang terjadi peningkatan kebutuhan BBM.

“Pertamina juga telah melakukan penyesuaian terhadap berbagai kebutuhan BBM. Sebagai bentuk antisipasi, Pertamina menyiapkan adanya modular dan SPBU kantong pada masa satgas Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) ini,” ucap Nicke.

BACA JUGA : Tuntut Jalur Khusus Solar di SPBU, Ratusan Sopir Demo Pertamina Banjarmasin

Menurut dia, untuk wilayah Regional Kalimantan, Pertamina melakukan pencatatan atas pembelian solar subsidi di SPBU sebagai bentuk pengawasan dan implementasi regulasi mengenai pengisian maksimal tiap jenis-jenis kendaraan dalam rangka meminimalisir terjadinya penyaluran solar subsidi yang tidak tepat sasaran.

“Pertamina terus menjalankan amanah dari pemerintah dan Kementerian ESDM untuk terus menyalurkan bahan bakar solar subsidi. Saat ini, pasokan BBM dikirim setiap hari dari terminal BBM ke SPBU di seluruh Kalimantan. Distribusi dalam kondisi yang baik sehingga masyarakat tidak perlu khawatir karena stok BBM dipastikan cukup,” papar Nicke.

BACA JUGA : Ada SPBU Terbukti Nakal di Amuntai, Kapolres HSU Pastikan Sidak dan Bidik Pengusaha Nakal

Dalam kesempatan itu, Nicke mengimbau agar masyarakat untuk membeli bahan bakar berkualitas dengan RON minimal 92. Ini karena terbukti membuat mesin jadi lebih awet dan lebih ramah lingkungan. “Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapst menghubungi kontak Pertamina 135 atau website resmi www.pertamina.com,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Balsyi/Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.