Husairi Abdi

Migor Curah Menghilang di Pasaran, Minyak Goreng Kemasan Sudah Tembus Rp 25 Ribu

0

SUDAH 19 kali operasi pasar digelar Pemkot Banjarmasin. Ternyata, keberadaan minyak goreng masih terbilang langka, bahkan harganya terus melejit di pasaran.

SIDAK ke Pasar Sentra Antasari yang merupakan pasar induk di Banjarmasin di bilangan Jalan Pangeran Antasari dilakoni Walikota Ibnu Sina, Selasa (22/3/2022).

Walikota Ibnu Sina tak sendiri. Dia mengajak Sekda Ikhsan Budiman serta Wakil Kapolresta Banjarmasin AKBP Pipit Subiyanto menyisir pasar tradisional serta berdialog dengan para pedagang bahan pokok jelang tibanya bulan suci Ramadhan 1443 Hijriyah.

Dari hasil pemantauan Walikota Ibnu Sina, harga sembako relatif stabil di pasaran berdasar keterangan dari sejumlah pedagang di Pasar Sentra Antasari.

BACA : 3.204 liter Minyak Goreng Ludes di Operasi Pasar, Emak-Emak Kecewa Tak Kebagian

“Hanya minyak goreng (migor) curah masih kosong, bahkan migor kemasan cukup tersedia. Namun, harganya sudah tembus Rp 24  ribu hingga Rp 25 ribu per liter,” kata Ibnu Sina dalam keteranganya.

Padahal, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan sudah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan hanya dibanderol Rp 14 ribu per liter.

Menurut dia, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin terbilang sudah 19 kali menghelat operasi pasar di sejumlah titik, termasuk di beberapa kelurahan. Hal ini diterapkan pemerintah kota agar harga bahan pokok dan sembako bisa distabilkan.

BACA JUGA : Tergantung Pasokan Distributor, Disperdagin Target Operasi Pasar Minyak Goreng di 52 Kelurahan

Diakui Ibnu Sina, jelang bulan puasa hingga lebaran Idul Fitri, biasanya terjadi lonjakan harga sembako dan bahan pokok. “Dari hasil pantauan kami, bahan pokok relatif tersedia untuk pasokan dan juga stoknya, tetapi rata-rata memang terjadi kenaikan,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel ini.

Temuan dari Walikota Ibnu Sina adalah distribusi minyak goreng curah dari pemasok sudah tak ada lagi di pasaran, terkhusus di Pasar Sentra Antasari. Berbeda dengan komoditas telur, harganya relatif masih terkendali bahkan stoknya masih melimpah di Pasar Sentra Antasari.

BACA JUGA : Timbun Minyak Goreng di Tengah Kelangkaan, Pemilik Gudang Diringkus Polda Kalsel

Untuk itu, Ibnu Sina meminta agar masalah minyak goreng bisa segera diantipasi dengan terus berkoordasi dengan pemasok, khususnya perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) sebagai distributor maupun pabrik penghasil minyak goreng. “Saya berharap saat memasuki bulan suci Ramadhan tahun ini, harga sembako mulai turun dan kembali stabil seperti sedia kala,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.