Banjarmasin Kota Berbasis Sungai, Pengamat Nilai Wajar Tuntutan Bangun Jembatan Sei Jingah Menguat

0

PENGAMAT kebijakan publik Dr Muhammad mengakui Banjarmasin adalah kota berbasis sungai, sehingga untuk pengembangan kota tentu dibutuhkan media jembatan.

JIKA dibandingkan Banjarbaru, tentu Banjarmasin jelas punya keunggulan. Dari aspek historis, jelas Banjarmasin lebih tua dibandingkan Banjarbaru. Makanya, saya juga tidak sependapat jika Banjarbaru menjadi ibukota Provinsi Kalsel, karena akan menghilang jejak sejarah itu,” kata mantan komisioner KPU Provinsi Kalsel Muhammad ini dalam diskusi santai Menakar Urgensi Jembatan Sei Jingah-Sei Bilu versus Jembatan Pramuka-Sungai Gampa gelaran jejakrekam.com bersama tiga media di Taher Square Banjarmasin, Jumat (25/2/2022) malam.

Menurut dia, penataan Banjarmasin sebagai kota besar tentu harus berbasis sungai. Sedangkan,  Banjarbaru yang dirancang arsitek Belanda Van der Pijl itu berbasis daratan atau pegunungan, karena awalnya berada di Gunung Apam.

BACA : Menakar Urgensi Jembatan Sei Jingah-Sei Bilu Vs Jembatan Pramuka-Sei Gampa

“Makanya, model Banjarbaru itu dibuat menerapkan jaring laba-laba. Ini yang membuat semua pemukiman pasti berada di tepi jalan. Beda dengan Banjarmasin, pemukiman penduduk lebih banyak di bantaran sungai,” kata mantan akademisi STIH Sultan Adam ini.

Nah, menurut dia, jika tuntutan warga Sungai Jingah termasuk kampung di seberangnya seperti Sungai Bilu, Pengambangan dan lainnya menginginkan jembatan, sangat wajar dan patut diakomodir dan direalisasikan Pemkot Banjarmasin.

BACA JUGA : Sukhrowardi : Wujudkan Jembatan Sei Jingah, Ibnu Sina dan Paman Birin Bikin ‘Legend’

“Urgensi dalam hal ini berdasar kebutuhan, kemanfaatan dan kemudharatan. Tentu saja, mengukur partisipasi publik dalam membandingkan dua rencana jembatan; Sungai Jingah versus Pramuka-Sungai Gampa,” papar Direktur Benua Instute ini.

Ia pun menyarankan agar tidak mencuatnya opini liar, sebaiknya DPRD Banjarmasin sebagai lembaga perwakilan rakyat bisa menggalang dukungan warga, khususnya dari Sungai Jingah, Sungai Bilu, Pengambangan dan lainnya dalam sebuah diskusi kelompok terpumpun.

“Jika wakil rakyat di DPRD Banjarmasin, termasuk di DPRD Kalsel khususnya dapil kota memperjuangkan terwujudnya Jembatan Sungai Jingah itu memang harus, bahkan wajib. Sebab, mereka dipilih rakyat dalam pemilu untuk memperjuangkan aspirasi konstituennya,” tegas doktor hukum lulusan Universitas Ibnu Chaldum.

BACA JUGA : Jika Diuji Publik, Isnaini Hakkul Yakin Warga Banjarmasin Pilih Bangun Jembatan Sei Jingah

Muhammad mengatakan pisau analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats) dalam menentukan perencanana strategis bisa dipakai.

“Saya juga berkeyakinan warga Banjarmasin akan lebih condong memilih Jembatan Sei Jingah direalisasikan, dibandingkan Jembatan Pramuka-Sungai Gampa,” katanya.

Sementara, Pimred Kalimantan Post Hj Sunarti pun angkat bicara. Ia mengakui ada kesan kuat ganti kepemimpinan ganti pula program di Pemkot Banjarmasin.

BACA JUGA : Secara Historis Impian Jembatan Sei Jingah Lama Ada, Zainal Hakim : Walikota Ibnu Sina Bisa Prioritaskan!

“Padahal, di era Nurul Fajar Desira dilanjutkan Gusti Ridwan Sofyani (Kepala Dinas PUPR Banjarmasin) itu memang mencuat rencana Jembatan Sungai Jingah. Kemudian, hilang di era Arifin Noor menggantikan keduanya hingga kini jadi Wakil Walikota Banjarmasin,” tutur Sunarti.

Menurut dia, dari asas manfaat jelas Jembatan Sei Jingah lebih besar, karena populasi penduduk jauh lebih besar ketimbang menyambung dari Jalan Pramuka ke kawasan Sungai Gampa, hingga tembus ke Kecamatan Alalak, Batola.

BACA JUGA : Hanya Getek, Komentar Warga : Rencana Jembatan Sei Jingah Sudah Ada Sejak Zaman Nabi Daud!

“Sepatutnya, Pemkot Banjarmasin lebih konsen mengembangkan kota, bukan wilayah yang harus bersentuhan dengan yuridiksi pemerintah daerah lain. Ya, Batola misalkan, karena sebenarnya itu kewenangan Pemprov Kalsel bahkan pemerintah pusat,” imbuh Sunarti.(jejakrekam)

Pencarian populer:https://jejakrekam com/tag/pengamat-kebijakan-publik-dr-muhammad/
Penulis Iman Satria/Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.