Husairi Abdi

GP Ansor Kalsel Ajak Masyarakat Tak Terpancing soal Kebijakan Pengaturan Pengeras Suara Masjid

0

KETUA GP Ansor Kalimantan Selatan, Teddy Suryana, meminta masyarakat tidak mudah terpancing atas isu yang menyebut bahwa Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil melarang adzan dan menganalogikannya dengan gonggongan binatang.

TEDDY menilai pernyataan Gus Yaqut yang beredar di media sosial dan media massa hanya menjelaskan persoalan terkait pengaturan suara masjid, musala, atau langgar. Tidak sama sekali membahas larangan adzan apalagi menganologikan adzan dengan gonggongan binatang.

BACA JUGA: Kecam Aksi Bom Bunuh Diri Makassar, Ketua GP Ansor Kalsel: Kekerasan adalah Musuh Agama

“Pengaturan pengeras suara itu pun sebenarnya diperlukan. Apalagi pada masyarakat yang majemuk. Seperti di Nusantara ini. Agar tidak menciptakan kebisingan yang berlebih, terlepas ini adalah wilayah muata lokal, tapi tetap harus ada rujukan atau regulasi yang mengaturnya,” kata Teddy.

Atas dasar itu, Teddy mewakili GP Ansor Kalsel pun mengajak masyarakat bisa menggunakan hati yang damai, rasional, dan jernih dalam menyikap setiap pemberitaan.”Jangan mudah terprovokasi yang mengara kepada kegaduhan. Memecah bela dengan persoalan framing politis,” ujarnya.

BACA JUGA: Wujudkan Kemandirian Ekonomi, GP Ansor Kalsel Resmikan Koperasi

Teddy meyakini, Menag Yaqut tidak mungkin melakukan seperti apa yang telah dituduhkan.

“Gus Yaqut tahu betul syiar Islam sangat diperlukan. Akan tetapi toleransi juga harus terjaga dalam konteks kebangsaan dan pluralisme. Sekali lagi jangan mudah terprovokasi oleh orang-orang yang memang suka menciptakan kegaduhan di negeri ini,” katanya. (jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Donny

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.