Husairi Abdi

Kasus Pemerkosaan Mahasiswi ULM: Korban Bakal Gugat Perdata Bayu Tamtomo

0

BAYU Tamtomo, bekas personel Polresta Banjarmasin yang kini menjadi narapidana kasus pemerkosaan mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bakal digugat secara perdata oleh korbannya.

KORBAN Bayu Tamtomo, DVPS, akan menggugat pelaku karena yang bersangkutan dinilai telah melakukan perbuatan melawan hukum atau onrechtmatige daad lewat pemerkosaan dan membuat korban menjadi trauma.

“Penekannya ada di kerugian immaterial. Ini menyangkut harkat dan martabat, nama baik, dan masa depan korban yang terancam hancur akibat kasus pemerkosaan ini” ujar Pazri selaku kuasa hukum DVPS kepada jejakrekam.com, Selasa (8/2/2022) malam.

BACA JUGA: Mahasiswi ULM Korban Pemerkosaan Dijanjikan Kuliah hingga S3, Apa Kata Kuasa Hukum?

Pazri menegaskan, gugatan immateriil ditekankan sebagai bentuk upaya korban mencari keadilan. Sebab, sejauh ini, korban merasa masih mengalami sejumlah kejanggalan dalam proses peradilan pidana.

Diperkirakan, berkas gugatan akan diajukan setelah Fakultas Hukum ULM menggelar eksaminasi atau bedah putusan hakim dalam perkara pemerkosaan Bayu Tamtomo.

BACA JUGA: Demi Keadilan Korban, Jaksa Kasus Pemerkosaan Mahasiswi FH ULM Didorong Ajukan PK

Selain mengajukan gugatan perdata, korban bersama dengan kuasa hukum secara bersamaan juga terus mendesak jaksa penuntut umum (JPU) yang menangani kasus pemerkosaan ini untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) atas putusan hakim dalam perkara Bayu Tamtomo.

Sekadar pengingat, Bayu Tamtomo sendiri divonis menjalani hukuman 2 tahun 6 bulan penjara atas perbuatan asusila memerkosa DVPS. Putusan itu dianggap terlalu rendah. Jaksa pun sebelumnya dinilai terlalu ringan menuntut pelaku.

“Sampai saat ini belum ada informasi jaksa akan mengajukan PK,” kata dia. Pazri pun mendorong jaksa untuk berpihak kepada korban karena semestinya tugas JPU memang demikian. (jejakrekam)

Penulis Sheilla Farazela/Donny
Editor Donny

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.